Peneliti Ungkap Bukti Tsunami Besar Gulung Pesisir Selatan Yogyakarta 640 Tahun Silam

Tsunami Gulung Pesisir Selatan Yogyakarta 640 Tahun Silam Hingga Manusia Prasejarah. Tsunami Gulung Pesisir Selatan Yogyakarta 640 Tahun Silam

Peneliti Ungkap Bukti Tsunami Besar Gulung Pesisir Selatan Yogyakarta 640 Tahun Silam
TRIBUNjogja.com |
Kolase Ombak Pantai Ngobaran, Gunungkidul dan Tim peneliti dari Badan Geologi saat melakukan penggalian tanah di Pantai Ngrawe, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul. Mereka mencari endapan sebagai bukti keberadaan tsunami di lokasi tersebut, Selasa (13/3/2018). 

Catatan Tribunjogja.com, Tim peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional membuktikan keberadaan manusia prasejarah telah tinggal di Gunungkidul sejak puluhan ribu tahun yang lalu.

Hal ini dibuktikan dengan penemuan fosil tulang ragam binatang sisa makanan manusia prasejarah di dalam Gua Braholo di Dusun Semugih, Desa Semugih, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul.

Koordinator Lapangan Penelitian Gua Braholo Tim Peneliti Pusat Arkelologi Nasional, Thomas Sutikna mengatakan, pada ekskavasi yang dilakukan oleh tim peneliti menemukan banyak pecahan-pecahan fosil dari fauna purba.

Beberapa yang ditemukan yakni tulang belikat rusa, tulang belulang kera, babi, anjing, tikus, dan kerbau di kedalaman 1-4 meter.

Aktivitas penelitian di Gua Braholo untuk mengungkap keberadaan penghuni awal gua prasejarah di Desa Semugih, Rongkop, Gunungkidul.
Aktivitas penelitian di Gua Braholo untuk mengungkap keberadaan penghuni awal gua prasejarah di Desa Semugih, Rongkop, Gunungkidul. (Tribun Jogja/Setya Krisna S)

Tim juga menemukan gigi gajah purba atau mammoth jenis stegodon, dan tulang belulang badak di kedalaman 6-7 meter yang berusia 30 ribu tahun.

"Kami menemukan fosil-fosil tulang belulang berbagai jenis binatang pada zaman prasejarah, mereka terkubur di kedalaman tiga hingga tujuh meter di dalam tanah gua braholo," ujarnya pada Tribunjogja.com saat ekskavasi di stius Gua Braholo, Selasa (24/10/2017).

Ekskavasi Gua Braholo diketahui pertama kali dilakukan pada tahun 1995 oleh Prof Truman Simanjuntak dari pusat penelitian arkeologi Nasional Jakarta.

Pada penelitian digali 14 kotak ekskavasi dengan temuan berbagai tembikar sisa biji-bijian, yang sebagian di antaranya terbakar.

"Kerangka manusia diperkirakan 9000 tahun lalu, saat ini disimpan di museum di Punung (Pacitan). Di sini istilah yang digunakan bukan manusia purba ya, tetapi merupakan manusia modern pertama," Peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional (Arkenas) Thomas Sutikna, Kamis (9/11/2017).

Ekskavasi di gua Braholo ini penting karena saat ini kehadiran manusia modern di Indonesia (homo sapiens) yang tua baru ditemukan di Wajak, Tulungagung, Jawa Timur yang berumur skitar 40.000 tahun.

Peneliti tengah melakukan pemetaan di bidang ekskavasi di situs Gua Braholo, Desa Semugih, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul, Senin (30/10/2017).
Peneliti tengah melakukan pemetaan di bidang ekskavasi di situs Gua Braholo, Desa Semugih, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul, Senin (30/10/2017). (TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri)
Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved