Home »

DIY

» Bantul

Kokam Siap Bantu Polisi Ungkap Kasus TPA Fathurrahman

Kokam siap bantu polisi ungkap kasus terbakarnya gasebo, karpet mushola di komplek TPA Fathurrahman

Kokam Siap Bantu Polisi Ungkap Kasus TPA Fathurrahman
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Komandan Kokam Bantul, Yusuf Fuad SE bersama pimpinan cabang Muhammadiyah Banguntapan Selatan, Drs Wakijo dan pengurus Tapak Suci menggelar pernyatakan sikap terkait dengan terbakarnya karpet Mushola di komplek TPA Fathurrahman, Selasa (13/03/2018) 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Komandan Kokam Kabupaten Bantul, Yusuf Fuad SE mengaku siap membantu aparat penegak hukum untuk membentuk tim investigasi dalam proses pengungkapan peristiwa terbakarnya Gazebo, Sarung dan Karpet Musala di komplek TPA Fathurrahman, Jambidan, Banguntapan, Bantul, beberapa waktu lalu.

"Intinya kami siap membantu TNI dan kepolisian mengungkap persoalan ini. Kita dari Kokam ada tim mencari data yang seandainya ini bisa digunakan pada hal-hal yang berkaitan dari titik terang kasus ini," ujar Yusuf, usai menyatakan sikap di komplek TPA Fathurrahman, Selasa (13/03/2018) sore.

Menurutnya, Kokam akan bersikap terbuka dan siap mengumpulkan bukti dari saksi-saksi yang melihat langsung saat Gazebo terbakar.

Mengingat, menurut dia, anggota Kokam mengetahui persis peta wilayah Banguntapan.

"Nantinya, jika memang ini dibutuhkan, kami siap bekerjasama dengan pihak kepolisian," terangnya.

Sementara itu, Pimpinan cabang Muhammadiyah Banguntapan Selatan, Drs Wakijo mengatakan, peristiwa yang terjadi di kompleks taman pendidikan Alquran Fathurrahman tidak usah dibesar-besarkan.

Ia menghimbau kepada semua elemen masyarakat untuk tetap waspada dan jalin erat silaturahmi.

"Kita anggap ini sebagai ujian,"terangnya.

Menyikapi peristiwa Gazebo, Sarung dan Karpet Musala Fathurrahman yang terbakar, Kokam Bantul sendiri sempat menggelar apel di lapangan sepakbola Desa Jambidan, Banguntapan, Selasa sore.

Selayaknya upacara, barisan Kokam dan tapak suci menyanyikan lagu kebangsaan dan memanjatkan doa.

"Kami tidak mengambil langkah apapun. Kami menunggu keputusan pengungkapan pelaku oleh pihak kepolisian. Kita tidak memiliki tindakan apa-apa. Sepenuhnya kami serahkan kepada pihak kepolisian," ujar Drs Wakijo.

Sementara untuk motif peristiwa itu, ia mengaku belum tau, karena memang belum ketemu titik terang.

Ia justru mengaku selama ini hidup berdampingan, rukun, damai dan tidak ada masalah.

"Kami serahkan semuanya kepada pihak polisi," ungkap dia lagi. (tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help