KLIK Piyungan Diharap Mampu Datangkan Lebih Banyak Investor

Kawasan Industri Piyungan, Bantul, menjadi satu dari 15 kawasan perluasan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi tahap III tahun 2018.

KLIK Piyungan Diharap Mampu Datangkan Lebih Banyak Investor
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Sekda DIY, Gatot Saptadi, bersama Menteri Perindustrian RI, Airlagga Hartanto dan Kepala BKPM, Thomas Lembong, saat peluncuran implementasi KLIK tahap III di Hotel Alana, Sleman, pada Senin (12/03) malam 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kawasan Industri Piyungan, Bantul, menjadi satu dari 15 kawasan perluasan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) tahap III tahun 2018.

Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY harus segera mulai melakukan persiapan.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi, usai Peluncuran Implementasi KLIK tahap III di Hotel Alana, Sleman, pada Senin (12/3/2018) malam.

Menurutnya, persiapan menjadi konsekuensi Pemda DIY, untuk pengembangan di sektor ekonomi.

"Karena Piyungan sudah masuk dalam program KLIK, mau tidak mau, kita harus siap. Apalagi, ini adalah program nasional. KLIK menjadi instrumen penting dalam meningkatkan daya saing, sekaligus mengejar ketertinggalan daerah dalam hal investasi," ungkapnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Budi Wibowo, mengatakan bahwa dipilihnya Piyungan lantaran daerah tersebut, merupakan kawasan industri dan telah ditetapkan sejak lama, meski terdapat sekitar 10,9 hektare yang merupakan kawasan wisata.

"Tapi, lainnya sudah ditetapkan di Perda (Peraturan Daerah) Tata Ruang Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Bantul, sebagai kawasan industri. Nah, akhirnya ditetapkan di sana. Kebetulan, ada tanah kas desa juga yang bisa disewa," katanya, Selasa (13/3/2018).

Budi melanjutkan, kawasan industri yang berada di atas lahan seluas 335 hektare tersebut, akan diarahkan untuk pengembangan industri kreatif, seperti fashion, kuliner, animasi, kerajinan, hingga perfilman.

Namun, menurutnya, yang menjadi fokus utama tetaplah UMKM.

"Di DIY ini kan ada sekitar 524.395 UMKM dan itu mendominasi pertumbuhan ekonomi sebesar 98,4 persen. karena itu, UMKM tetap jadi fokus utama. Kita harus konsentrasi ke sana," lanjutnya. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help