Ratusan Motor Sitaan di Pos Polresta Yogya Belum Diambil Pemiliknya

Pelanggar hanya perlu menunjukkan surat-surat kendaraan yang sah meliputi STNK, BPKP dan disertai bukti pembayaran tilang sebagai bukti otentik.

Ratusan Motor Sitaan di Pos Polresta Yogya Belum Diambil Pemiliknya
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida
Ratusan sepeda motor yang mangkrak di halaman belakang Pos Polantas simpang empat Jalan Cik Ditiro. Nampak beberapa kendaraan yang kondisinya rusak dan terbengkalai. 

"Kalau yang berhubunan dengan pidana dibawah Kepolisian, seperti bukti kejahatan dan laka lantas," imbuhnya.

Sambungnya, pihaknya sama sekali tidak pernah meminta uang kepada pelanggar yang hendak mengambil sepeda motor yang menjadi barang bukti tilang.

Hal itu diungkapkannya karena dewasa ini masyarakat kerap berpikir untuk membayar biaya tambahan guna mengambil kendaraan yang menjadi barang bukti tersebut.

Dijelaskannya, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No.80 Pasal 36 ayat 2 tahun 2012 tentang syarat pengambilan kendaraan yang menjadi alat bukti.

Pelanggar hanya perlu menunjukkan surat-surat kendaraan yang sah meliputi STNK dan BPKP.

Namun, harus disertai bukti pembayaran tilang sebagai bukti otentik.

"Jika pelanggar mau ngambil tapi tidak bisa menunjukkan syarat kepemilikannya akan kita koordinasikan ke Reskrim kendaraannya itu. Karena kan bisa jadi hasil kejahatan, kita juga tidak asal memberikan juga. Tapi jika pelanggar punya dan bisa menunjukkan dokumen sesuai dengan sepeda motor yang ditilang dapat langsung mengambilnya dan tidak dikenai biaya tambahan selain bayar tilang," ujarnya.

Menurutnya, bahwa kebanyakan pelanggar tidak mengambil kendaraannya dikarenakan menganggap urusannya akan panjang dan sulit, padahal mudah jika memiliki bukti kepemilikan yang sah.

Selain itu, pihaknya juga menduga bahwa tidak diambilnya kendaraan tersebut juga diduga merupakan hasil tindak kejahatan yang dilakukan pelanggar seperti hasil pencurian.

"Padahal asal pelanggar bisa menunjukkan bukti kepemilikan (STNK atau BKPB) sah, meski fotokopian atau masa berlakunya habis bisa untuk mengambil. Karena yang penting kita cocokkan nomor mesinnya, kalau sesuai bisa diambil," katanya.

Halaman
1234
Penulis: rid
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help