Ratusan Motor Sitaan di Pos Polresta Yogya Belum Diambil Pemiliknya

Pelanggar hanya perlu menunjukkan surat-surat kendaraan yang sah meliputi STNK, BPKP dan disertai bukti pembayaran tilang sebagai bukti otentik.

Ratusan Motor Sitaan di Pos Polresta Yogya Belum Diambil Pemiliknya
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida
Ratusan sepeda motor yang mangkrak di halaman belakang Pos Polantas simpang empat Jalan Cik Ditiro. Nampak beberapa kendaraan yang kondisinya rusak dan terbengkalai. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beragam jenis kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor nampak berjejer di halaman belakang Pos Polantas Polresta Yogyakarta yang berlokasi di simpang empat Jalan Cik Ditiro.

Bahkan nampak beberapa diantaranya telah usang dan tak layak pakai, meski demikian tak sedikit pula sepeda motor yang kondisinya masih layak jalan.

Adapun ratusan sepeda motor tersebut merupakan barang bukti kecelakaan lalu lintas (Laka lantas) dan sebagian merupakan kendaraan yang disita karena terkena proses tilang.

Memasuki halaman belakang Pos tersebut, Tribun Jogja disuguhkan banyaknya sepeda motor yang beberapa diantaranya terkesan kurang terawat

. Hal itu dibuktikan dengan karat yang menempel di body luar sepeda motor yang terbuat dari besi.

Ternyata banyaknya sepeda motor di halaman belakang itu telah melebihi batas dari luas tempat penyimpanan yang dikelilingi pagar yang menyerupai jaring dan terbuat dari besi.

Tak hanya sepeda motor, beberapa mobil juga terparkir di halaman belakang yang luasnya sekitar puluhan meter tersebut.

Tak hanya di Pos Polantas simpang empat Jalan Cik Ditiro, pemandangan sama juga nampak di Pos Polantas yang berlokasi di timur simpang empat Pingit, Jetis, Kota Yogya.

Puluhan sepeda motor nampak terparkir hingga bagian luar tempat penyimpanan sepeda motor yang diketahui merupakan bukti penilangan terkait pelanggaran lalu lintas di Kota Yogya.

Merasa penasaran dengan banyaknya sepeda motor yang tak kunjung diambil itu Tribun Jogja melangkah ke dalam Pos Polantas Pingit.

Halaman
1234
Penulis: rid
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help