Awas! Kecanduan Ponsel Bisa Menyebabkan Hyper Sosial

Studi mengatakan, dorongan untuk terus memeriksa telepon mungkin berasal dari keinginan manusia untuk mengamati dan diamati orang lain.

Awas! Kecanduan Ponsel Bisa Menyebabkan Hyper Sosial
IST/Shutterstock

TRIBUNJOGJA.COM - Studi mengatakan, dorongan untuk terus memeriksa telepon mungkin berasal dari keinginan manusia untuk mengamati dan diamati oleh orang lain.

Kecanduan smartphone sering dikaitkan dengan perilaku penggunanya yang cenderung “anti sosial”.

Namun, kini para peneliti menemukan bahwa sesungguhnya orang-orang bukanlah kecanduan smartphone, melainkan kecanduan interaksi sosial.

Dengan kata lain, manusia dianggap mendambakan sosialisasi dan sangat ingin mengawasi atau mengamati orang lain, serta dilihat dan diamati oleh orang lain.

Studi baru yang mengulas literatur tentang penggunaan teknologi pintar yang disfungsional, menunjukkan bahwa "sesungguhnya tidak ada yang kecanduan teknologi smartphone, melainkan harapan sosial dan penghargaan untuk berhubungan dengan orang lain”.

Baca juga : Wasit Terseksi Karolina Bojar Beri Komentar soal Egy Maulana Vikri

Selain itu, orang-orang juga menganggap bahwa mendorong dan mempertahankan hubungan erat kaitannya dengan adiktif terhadap smartphone.

Penelitian tersebut menyoroti bahwa semua fungsi smartphone yang adiktif memanfaatkan keinginan manusia untuk terhubung dengan orang lain. Makalah ini ditulis oleh Samuel Veissière dan Moriah Stende, keduanya peneliti dari Department of Psychiatry di McGill University.

"Ada banyak kepanikan seputar topik ini," kata Profesor Veissière, seorang antropolog kognitif yang mempelajari evolusi kognisi dan budaya. "Kami mencoba untuk memberikan beberapa kabar baik dan menunjukkan bahwa inilah keinginan kami terhadap interaksi manusia yang adiktif dan ada cukup banyak solusi sederhana untuk mengatasi hal ini," ujarnya.

Halaman
12
Editor: iwanoganapriansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help