Hakim Tolak Permohonan Rehabilitasi Siswa Penganiaya Guru

Dengan demikian, HL dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Hakim Tolak Permohonan Rehabilitasi Siswa Penganiaya Guru
surya/istimewa
Guru SMAN 1 Torjun, Sampang, Ahmad Budi Cahyono yang tewas di tangan muridnya 

TRIBUNJOGJA.COM - Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Purnama, menolak permohonan HL (17), terdakwa kasus penganiayaan guru hingga tewas di Kabupaten Sampang, untuk ditempatkan di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Sampang.

Permohonan itu disampaikan kuasa hukum terdakwa, Hafid Syafii, sebelum pembacaan vonis terhadap HL di PN Sampang, Selasa (6/3/2018).

Hafid mengatakan, permohonan itu disampaikan atas pertimbangan bahwa terdakwa masih di bawah usia dan membutuhkan bimbingan dari berbagai pihak.

"Kalau di RPS, terdakwa bisa dibimbing oleh tenaga yang sudah ahli menangani masalah sosial dalam rangka rehabilitasi," kata Hafid.

Staf Humas PN Sampang, I Gede Perwata, menghargai permohonan kuasa hukum terpidana. Namun, permohonan itu tidak relevan jika HL ditempatkan di RPS Sampang. Terpidana akan menjalani hukumannya di lapas anak di Blitar.

"Sudah menjadi keputusan majelis bahwa terpidana akan ditempatkan di lapas anak Blitar. Di sana rehabilitasinya juga bisa dilakukan bersama anak-anak lainnya,” kata I Gede Perwata.

Purnama menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara atas HL (17), siswa SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, yang terbukti melakukan penganiayaan atas gurunya, Ahmad Budi Cahyanto, hingga tewas pada Kamis (1/2/2018).

Dalam amar putusan yang dibacakannya, Purnama menyebutkan, HL terbukti secara sah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap orang lain berdasarkan Pasal 338 KUHP.

Dengan demikian, HL dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam tuntutannya, JPU meminta agar HL dihukum 7,5 tahun penjara. Hafid Syafii selaku kuasa hukum terpidana menuturkan masih akan pikir-pikir dulu untuk melakukan langkah hukum selanjutnya.

Halaman
12
Editor: ribut raharjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help