Fenomena 'Ketindihan' saat Tidur Ditinjau dari Sisi Ilmiah, Begini Lho Penjelasannya

Ternyata ‘tindihan’ dapat dijelaskan secara ilmiah. Kondisi ini disebut sleep paralysis atau kelumpuhan tidur.

Fenomena 'Ketindihan' saat Tidur Ditinjau dari Sisi Ilmiah, Begini Lho Penjelasannya
guesehat.com
ILUSTRASI 

TRIBUNJOGJA.COM - Saat tidur tiba-tiba tubuh tidak dapat bergerak dan mulut tak bisa mengeluarkan suara. Fenomena ini sering disebut ‘tindihan’.

Tak sedikit orang yang menganggap peristiwa ini terkait hal gaib atau mistis. Sebab terkadang ‘tindihan’ disertai munculnya gambaran-gambaran yang menyeramkan.

Tapi ternyata ‘tindihan’ dapat dijelaskan secara ilmiah. Kondisi ini disebut sleep paralysis atau kelumpuhan tidur.

Menurut WebMD saat mengalami ‘tindihan’, orang yang tidur merasa dirinya sudah dalam kondisi sadar dan matanya sudah terbuka.

Dalam waktu beberapa detik atau menit tubuh tidak bisa digerakkan dan tidak bisa bicara. Beberapa orang bahkan juga merasa sesak dan tersedak.

Kelumpuhan tidur bisa terjadi sekali atau dua kali dalam kurun waktu tertentu. Bahkan ada juga orang-orang yang mengalami hal ini beberapa kali dalam satu periode tidur. Kebanyakan terjadi pada wanita atau pria di usia 15-20 tahun.

Lalu, apa yang terjadi pada tubuh saat mengalami kelumpuhan tidur?

Saat tidur kita mengalami empat tahapan, yaitu tahap setengah sadar, tidur lebih dalam, tidur paling dalam, dan tahap Rapid Eye Movement (REM).

Tahapan tidur awal hingga tidur paling dalam biasanya memakan 75% dari waktu tidur keseluruhan.

Di saat tubuh kurang fit, terlalu lelah atau kurang tidur empat tahapan tidur ini tidak sempurna dilalui.

Halaman
12
Editor: ton
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved