Dicari! Si Pengunggah Pertama Berita Hoaks Ini

Polisi akhirnya membongkar kasus rekayasa penganiayaan marbut masjid di Garut. Kini si Pengunggah pertama masih diburu

Dicari! Si Pengunggah Pertama Berita Hoaks Ini
Tribunjabar/Mega Nugraha
Uyu Ruhyana mempraktikkan cara mengikat diri sendiri di Mapolda Jabar 

TRIBUNJOGJA.COM, GARUT - Penganiayaan marbut masjid di Garut viral di media sosial. Polisi mendapatkan laporan, rekayasa terjadi pada Rabu (28/2/2018) sekitar pukul 04.20 WIB.

Mendapatkan laporan itu, polisi mendatangi lokasi untuk melakukan pra rekonstruksi. Namun hasilnya tidak ditemukan adanya bukti luka di tubuh korban seperti pengakuan korban yang mengaku dibacok oleh pelaku sebanyak lima orang.

Anggota Polsek Pamengpeuk yang sedang patroli pada jam tersebut ke tempat kejadian perkara pun tidak menemukan adanya orang di sekitar masjid atau suara dari dalam masjid tersebut.

Bahkan polisi menyatakan tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut. Sedang pada baju ditemukan robekan yang sengaja dibuat dengan golok.

Dengan adanya bukti tersebut, rekayasa itu pun akhirnya diungkap kepolisian. Hal itu diperkuat dengan pengakuan UR yang merekayasa penganiayaannya sendiri.

Polisi Kejar Pengunggah Pertama

Adapun setelah menjerat UR, marbut masjid di Garut dengan pasal laporan palsu, polisi kini mengejar pelaku yang pertama kali mengunggah berita hoaks tersebut ke media sosial.

Berita hoaks tersebut berisi informasi penganiayaan terhadap marbot masjid, UR, di Garut. Setelah dilakukan penyelidikan, penganiayaan tersebut tak pernah ada. Bahkan UR mengaku merekayasa penganiayaannya itu.

"Ada dua kasus di Garut. Kasus pertama, kasus laporan palsu kita proses dengan pidana umum pasal 242 ancaman hukuman 7 tahun dan pengunggahan ke medsos," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana, Kamis (1/3/2018) malam.

Umar mengaku, pihaknya tengah mendalami penyebar berita hoaks penganiayaan marbut mesjid di Garut tersebut.

Halaman
12
Editor: mon
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help