Bocah Nangis Sekencang-kencangnya Saat Diminta Pakai Helm, Ingin Tahu Apa Sebabnya?

Kejadian lucu terjadi saat kepolisian Polres Bojonegoro bersama Forkopimda setempat, membagikan helm di Bundaran Adipura.

Bocah Nangis Sekencang-kencangnya Saat Diminta Pakai Helm, Ingin Tahu Apa Sebabnya?
surya/m sudarsono
Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro memakaikan helm kepada anak yang menangis, Kamis (1/3/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, BOJONEGORO - Kejadian lucu terjadi saat kepolisian Polres Bojonegoro bersama Forkopimda setempat, membagikan helm di Bundaran Adipura, Kamis (1/3/2018).

Seorang pengendara motor Vario nopol S 6035 CB, berboncengan dengan anak dan istrinya.

Pengendara itu lalu dihentikan petugas kepolisian, karena si anak yang duduk di bagian depan tidak memakai helm.

Petugas yang akan memakaikan helm kepada anak yang diperkirakan berusia lima tahun itu tidak menduga, jika si anak menolaknya.

Sempat beberapa kali dibujuk, anak laki-laki itu tetap menolak.

Dia tetap menangis sambil meronta, meski yang memberikan helm pejabat Forkopimda lainnya.

Bahkan si anak yang menolak dipakaikan helm itu terus menangis kencang.

Lalu akhirnya dipindahkan duduknya di tengah, diapit kedua orang tuanya.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, anak yang menangis saat diberikan helm tadi karena takut melihat badut yang ikut bersosialisasi keselamatan berkendara.

"Takut tadi, namanya juga anak-anak," terang Wahyu kepada SURYA.co.id (tribun-network), Kamis (1/3/2018).

Setelah anak kecil menangis terus, akhirnya petugas mempersilahkan orang tuanya untuk melanjutkan perjalanan.

"Kita persilahkan orang tuanya melanjutkan perjalanan sesuai tujuan. Sementara kita masih melanjutkan sosialisasi keselamatan berkendara," pungkasnya.

Sekedar diketahui, sosialasi keselamatan berkendara dilakukan dalam rangka pra Ops Keselamatan Semeru 2018, yang akan dilaksanakan mulai dari 5-25 Maret 2018. (*)

Editor: iwe
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved