Akhir Sidang Kasus PSHT Vs Bonek, Terdakwa Divonis Penjara 10 Tahun

Dua terdakwa kasus pengeroyokan terhadap anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate, Muhammad Tiyo dan Muhammad Jafar

Akhir Sidang Kasus PSHT Vs Bonek, Terdakwa Divonis Penjara 10 Tahun
surabaya.tribunnews.com/fatkhul alami
Ribuan massa suporter Persebaya (bonek) ketika melakukan aksi unjuk rasa di depan PN Surabaya Jl Arjuno, Kamis (1/3/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, SURABAYA - Dua terdakwa kasus pengeroyokan terhadap anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate, Muhammad Tiyo dan Muhammad Jafar, divonis 10 tahun penjara oleh ketua majelis hakim Syifa'urosiddin SH di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (1/3/2018).

Dalam amar putusan yang dibacakan secara terpisah, akibat perbuatan kedua terdakwa yang menyebabkan Aris Eko Ristianto tewas, dianggap terbukti melanggar pasal 170 ayat 2 tentang pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Tidak itu saja, perbuatan kedua terdakwa juga menyebabkan korban lainnya yang mengalami luka berat, yakni Muhammas Anis.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Syifa'urosiddin SH ini sesuai tuntutan Kejari Tanjung Perak, yang sebelumnya menuntut 10 tahun penjara.

Peristiwa bentrok itu terjadi saat pertandingan Persebaya melawan PS Biak, Minggu (1/10) lalu.

Dalam bentrok itu menyebabkan Aris Eko Ristianto, 25, warga Kepuh Baru, Bojonegoro meninggal dunia.

Sementara pesilat lain yakni Aris, warga Simorejosari mengalami luka luka, akibat terkena benda tumpul.

Aksi damai Bonek Surabaya dengan perguruan silat PSHT difasilitasi oleh Polrestabes Surabaya
Aksi damai Bonek Surabaya dengan perguruan silat PSHT difasilitasi oleh Polrestabes Surabaya (instagram.com/pshterateindonesia)

Sementara itu, terdakwa Slamet Sunardi dan Jhonerly Simanjuntak, dua terdakwa ujaran kebencian divonis hukuman berbeda.

Dalam amar putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Syifa'urosiddin, keduanya dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 45A Ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Undang-undang Pelanggaran Informasi dan Transaksi (ITE) lantaran telah menyebarkan hasutan melalui media sosial.

Oleh hakim Syifa'urosiddin, terdakwa Slamet Sunardi divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 2 bulan kurungan karena dianggap menyebarkan kiriman foto setelah terjadi bentrokan. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Tanjung Perak dituntut hukuman 3 tahun 6 bulan.

Halaman
12
Editor: iwe
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved