Sanksi untuk Pelaku Pengeroyokan, Kepala SMP N 2 Sanden Tunggu Petunjuk Dinas

Terkait sanksi yang akan diterapkan kepada terduga pelaku pengeroyokan, ia mengaku akan menunggu instruksi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul.

Sanksi untuk Pelaku Pengeroyokan, Kepala SMP N 2 Sanden Tunggu Petunjuk Dinas
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kepala SMPN 2 Sanden, Mujiyana SPd, ketika ditemui dikantornya, Selasa (27/02/2018) 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pasca terjadinya insiden pengeroyokan terhadap FWN murid kelas VII yang di lakukan kelima temannya di lingkungan sekolah, kepala sekolah SMP N 2 Sanden mengaku akan perketat penjagaan terhadap siswa-siswinya.

"Kami belajar dari kejadian yang tentu tidak diharapkan. Kedepan, pengawasan kepada siswa akan lebih ketat, baik jam istirahat maupun ketika sedang belajar," ujar kepala sekolah SMP N 2 Sanden, Mujiyana, S.pd, saat ditemui di kantornya, Selasa (27/02/2018).

Ketika ditanya terkait sanksi yang akan diterapkan kepada terduga lima pelaku pengeroyokan, ia mengaku akan menunggu instruksi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul.

"Untuk sanksi kami akan minta petunjuk Dinas Pendidikan (Bantul). Jika dikeluarkan, kami melanggar hak pendidikan," terangnya.

Baca: Setelah Diperiksa, Kelima Pelaku Pengeroyokan di SMP N 2 Sanden Terancam Pasal Penganiayaan Berat

"Bahkan bicara rencana pemindahan belum kami lakukan. Karena memindahkan sendiri harus pengajuan dari orang tua, dan sekolah pindahan nantinya harus sesuai dengan sekolah ini, karena masalah jarak tempuh juga. Sejauh ini kami akan berusaha membina, sebagai guru," imbuh dia.

Saat ini, dikatakan Mujiyana, proses penanganan kasus ini masih terus berlanjut karena pihak korban yang tidak terima adanya pengeroyokan sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

"Proses terus berlangsung, jika ada hukuman yang membuat kelima anak ini (pelaku) tidak bisa masuk sekolah, kami harus minta petunjuk dinas pendidikan Bantul," terang dia.

Kasus pengeroyokan terhadap FWN, seorang siswa kelas VII ini terjadi pada Rabu (21/02/2018) siang, ketika waktu jam istirahat sekolah.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved