Kepala Dusun Ngimbang Tampik Pungli di Wilayahnya

Suyatno menampik tuduhan pungutan liar pada bantuan sosial PKH di Dusun Ngimbang yang ditudingkan kepadanya.

Kepala Dusun Ngimbang Tampik Pungli di Wilayahnya
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri K
Puluhan warga Dusun Ngimbang, Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul berunjuk rasa di Balai Desa Watusigar, Senin (26/2/2018) menuntut Kepala Dusun Ngimbang mundur, karena diduga melakukan pungutan liar. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kepala Dusun Ngimbang, Suyatno, menampik tuduhan pungutan liar pada bantuan sosial PKH di Dusun Ngimbang yang ditudingkan kepadanya.

Suyatno mengklarifikasikan kepada warga, pemangkasan itu dilakukan untuk tujuan pemerataan.

Pasalnya, masih terdapat warga yang seharusnya lebih layak mendapatkan PKH justru tidak kebagian bantuan sosial tersebut.

"Pemotongan dana PKH ini untuk tujuan pemerataan. Banyak warga yang belum mendapatkan bantuan ini, kami gunakan untuk mereka," ujar Suyatno, Senin (26/2/2018) di depan warga saat audiensi di Balai Desa Watusigar.

Suyatno juga mengklarifikasi terkait masalah SPAMDus dan dana kebencanaan.

Dirinya berdalih masalah SPAMDus ini dilakukan untuk menyelamatkan aset yang dimiliki.

Sementara untuk masalah transparansi dana bantuan kebencanaan, pihaknya telah menyusun penggunaan dana ke dalam buku laporan pertanggungjawaban.

"Untuk masalah spamdus lebih untuk menyelamatkan aset yang dimiliki dan mengenai masalah bantuan kebencanaan semua ada dalam laporan," ujarnya.

Suyatno pun mengatakan, dirinya akan mengundurkan jika diperlukan.

Warga pun dimintanya untuk bersabar.

Ia hendak mempertimbangkan terkait keputusan mundurnya.

"Kalau warga tidak mempercayai lagi, maka saya siap mundur. Namun beri kami waktu untuk mempertimbangkannya,” tegas Suyanto.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved