Home »

Jawa

Empat Orang Tewas dan Enam Luka Karena Tertimbun Longsor Saat Pengajian di Purbalingga

Orang Tewas dan Enam Luka Karena Tertimbun Longsor Saat Pengajian di Purbalingga.

Empat Orang Tewas dan Enam Luka Karena Tertimbun Longsor Saat Pengajian di Purbalingga
Twitter.com
Logo BPBD Purbalingga

TRIBUNJOGJA.COM - Duka mendalam menyelimuti warga Purbalingga.

Peristiwa longsor di Desa Jingkang Kecamatan Karangjambu Purbalingga menyebabkan empat nyawa terenggut.

Acara tahlilan di rumah Solikhin di Rt 3 Rw 4 Desa Jingkang, Kamis malam (22/2), tak dinyana akan disertai petaka.

Hujan mengiringi acara tahlilan yang diikuti sekitar 22 warga plus anak-anak semalam.

Tanpa terduga, pukul 21.00 Wib, tanah tebing di sisi rumah mendadak mengalami pergerakan hingga runtuh dan mengenai rumah.

Material longsor meluncur cepat dan mengubur rumah yang terisi penuh manusia itu.

Di dalamnya, orang-orang yang tengah memanjatkan doa-doa masih tertahan hingga sebagian ikut terkubur, tanpa sempat meloloskan diri.

"Kejadian ini membuat kami ikut prihatin karena timbulkan korban jiwa,"kata Kepala BPBD Purbalingga Satya Giri Podo, Jumat (23/2)

Nahas, empat anak peserta pengajian ikut tertimbun di antara reruntuhan rumah dan material longsor hingga dinyatakan meninggal.

Keempat bocah malang itu adalah Abdul Rouf (10), Sangatun (4), Muh Saiful Umam (6), dan Altaromi (7).

Satu orang mengalami luka berat hingga patah tulang atas nama Syahrudin (67), yang kini dirawat di RSUD Purbalingga.

Sementara lima warga lainnya menderita luka ringan akibat insiden itu Sukimun(38), Ruslan (25), Ojan (16), Karsun (16), dan Syarif (35).

Proses evakuasi korban telah dilaksanakan semalam mulai sekitar pukul 21.00 Wib hingga tengah malam.

Karena seluruh korban telah ditemukan, operasi BPBD Purbalingga dilanjutkan hari ini dengan assessment area bencana.

"Akan di assessment mengenai dampak atau kerugian, pemicu longsornya serta potensi terjadinya longsoran serta rumah lain yang terancam,"katanya. (*)

Editor: has
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help