Rusunawa Mulai Dilirik Warga Eks Penolak Bandara NYIA

Ada empat KK dengan 13 orang warga terdampak pembangunan bandara yang kini menghuni beberapa kamar di rusunawa tersebut.

Rusunawa Mulai Dilirik Warga Eks Penolak Bandara NYIA
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Inilah penampakan rusunawa di Triharjo, Kecamatan Wates yang disiapkan untuk menampung warga terdampak pembangunan bandara di Temon. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Keberadaan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) rupanya sudah menjadi pilihan sebagai hunian sementara bagi sebagian warga terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon.

Termasuk, mantan penolak bandara dari kelompok Wahana Tri Tunggal (WTT).

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Paguyuban Penghuni Rusunawa Triharjo, Sutarto.

Menurutnya, ada empat kepala keluarga (KK) dengan 13 orang warga terdampak pembangunan bandara yang kini menghuni beberapa kamar di rusunawa tersebut.

Mereka semua berasal dari Pedukuhan Kragon II Desa Palihan.

Dua KK menempati lantai 3 gedung sebelah utara (gedung B) sedangkan dua keluarga lainnya menempati lantai 2 gedung selatan (gedung A).

"Dua keluarga di gedung utara sebelumnya adalah warga penolak bandara. Sudah hampir tiga minggu ini mereka tinggal di rusun," jelas Sutarto.

Kedua kepala keluarga eks WTT tersebut yakni Supriyadi dan Taher.

Sedangkan dua warga lainnya yakni keluarga Hadiyono Haryono dan anaknya, Arya.

Berbeda dari warga eks WTT yang baru sekitar sebulan ini menghuni rusun, Hadiyono dan anaknya sudah menempati dua buah kamar di rusun tersebut sejak September 2016 lalu.

Halaman
1234
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved