Ratusan Reklame Tidak Berizin, Forpi Kota Yogya Minta Pemkot Bertindak Tegas

Forpi Kota Yogyakarta melakukan pemantauan reklame tidak berizin di sejumlah titik di Kota Yogyakarta.

Ratusan Reklame Tidak Berizin, Forpi Kota Yogya Minta Pemkot Bertindak Tegas
Tribunjogja/ Ahmad Syarifudin
Ketua Forpi Yogyakarta, fx Harry Cahyo, didampingi anggota Forpi, baharudin Kamba menunjukan contoh reklame tak berizin di simpang empat Gramedia, Rabu (14/02/2018) 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Maraknya ratusan reklame ilegal atau tak berizin yang terpasang di setiap sudut kota Yogyakarta, memberikan keprihatinan tersendiri dari Forum Pemantau Independen (Forpi) kota Yogyakarta.

Atas dasar itu, Forpi Yogya melakukan pemantauan terhadap papan reklame yang diduga tidak dilengkapi dengan izin disekitar simpang empat Gramedia, Kota Yogyakarta, Rabu (14/02/2018) pukul 10.00 WIB.

Ketua Forpi Kota Yogya, Fx Harry Cahya, mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Yogyakarta bahwa cuma ada 51 reklame yang berizin atau legal dari 271 reklame yang berdiri.

Artinya ada 220 papan reklame yang melanggar dan tidak memiliki izin.

Baca: Ini Penghargaan yang Diberikan Kapolda DIY kepada Aiptu Munir

"Di simpang tiga ini saja, tiga baliho besar ini iklannya nggak ijin dan konstruksi bangunanya melanggar," ujar Harry, saat pemantauan reklame, Rabu (14/02/2018)

Ia mendesak kepada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Yogyakarta bersama satuan polisi pamong Praja untuk melakukan pendataan dan penindakan secara tegas kepada vendor yang memang iklan tak berizin.

"Untuk bangunan reklame, kami juga meminta pemerintah tindak tegas dan sesuaikan dengan kuota titik reklame yang sudah berizin dan membayar pajak," ungkapnya.

"Pemerintah kota Yogyakarta, harus meninjau ulang posisi jumlah papan reklame, sehingga sungguh sungguh prioritas peningkatan pendapatan Asli daerah (PAD)," imbuh dia. (tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help