Home »

News

» Sains

Misteri Kutukan Firaun : Inilah Bukti dan Deretan Korbannya, Apakah Hanya Kebetulan?

Banyak kalangan yang percaya adanya kutukan firaun, sebagian lagi tak yakin kebenarannya. Ini bukti-buktinya

Misteri Kutukan Firaun : Inilah Bukti dan Deretan Korbannya, Apakah Hanya Kebetulan?
IST
Kutukan Firaun 

TRIBUNJOGJA.com - Sebuah tim arkeolog pertama yang hadir ketika makam kuno anak raja Tutankhamun dibuka, hanya tersisa satu orang yang hidup hingga lanjut usia.

Apakah ini suatu kebetulan yang aneh? Atau terwujudnya kutukan yang sudan turun temurun selama berabad-abad - kutukan yang sungguh mengerikan dan misterius serta sulit dipahami dunia modern?

Kutukan itu tetap saja masih menyebarkan aura kematian hingga sekarang ....

Saat mumi Tutankhamun ditemukan
Saat mumi Tutankhamun ditemukan (IST)

Dinding terakhir ruang pemakaman putra Faraoh yang terkunci itu dirobohkan pertama kalinya dalam 3000 tahun pada tanggal 17 Februari 1923.

Arkeolog Howard Carter berbisik-bisik, dia bisa melihat 'sesuatu yang indah' ketika dia mengamati harta karun Tutankhamun.

Ketika Carter bersama dengan ahli Mesir yang fanatik, Lord Carnarvon, mencermati harta karun yang terdiri atas emas, batu mulia, perhiasan, dan berbagai peninggalan yang tak ternilai, mereka lupa akan peringatan keras yang sudah tercantum berabad yang lalu untuk melindungi kuburan itu dari para penjarah.

Arkeolog Howard Carter saat meneliti Mumi Tutankhamen yang ditemukan pada tahun 1922
Arkeolog Howard Carter saat meneliti Mumi Tutankhamen yang ditemukan pada tahun 1922 (Museum)

Di dalam tulisan hiroglif kuno di atas kepala mereka terbaca: "Kematian akan menjemput mereka yang mengganggu tidur sang Faraoh."

Hantaman terakhir dari alat penggali itu telah membebaskan Kutukan Sang Faraoh.

Lord Carnarvon tidak pernah meremehkan ancaman dari para imam tinggi Mesir kuno.

Di Inggris, sebelum mengawali ekspedisinya, dia telah berkonsultasi pada seorang paranormal terkenal masa itu, Count Hamon, yang telah memperingatkannya.

Halaman
1234
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help