Merayakan Hari Valentine Menurut NU

Pandangan NU terhadap perayaan Hari Valentine sesuai dengan ajaran agama islam.

Merayakan Hari Valentine Menurut NU
net
Ilustrasi 

Pada tahun 2008 silam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pernah mengharamkan perayaan Valentine.

Sebagaimana dikutip dari laman NU Online, yang haram bukanlah hari Valentine-nya, melainkan cara orang-orang merayakannya, yang melakukan hal-hal negatif dan berbuat dosa.

Namun jika mengisi tanggal di hari Valentine dengan bedah buku, bakti sosial, kajian, ataupun melakukan kegiatan yang sesuai tuntunan umat Islam, maka hal itu boleh-boleh saja.

Pasalnya, para Walisongo juga menyebarkan agam Islam, tanpa menghilangkan tradisi dan budaya Jawa.

Namun, mereka melakukan akulturasi antara Islam dan tradisi Jawa.

Yang jelas, hari kasih sayang bagi umat Islam tak berlaku ketika tanggal 14 Februari saja.

Sesuai ajaran Islam yang penuh kasih sayang, maka setiap muslim dianjurkan untuk berbuat kebaikan dan kasih sayang setiap hari.

Tak hanya itu saja, pada tanggal-tanggal tertentu ketika umat Islam dianjurkan untuk berbuat banyak kebaikan, itu juga menjadi bukti bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih sayang.

Misalnya di bulan Muharram, di mana kaum muslim dianjurkan untuk melakukan sejumlah amalan mulia.

Salah satunya adalah mengasihi anak yatim dan fakir miskin.

Halaman
123
Penulis: say
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved