Home »

DIY

» Sleman

Penyerangan jemaah gereja di Sleman

Ini Pernyataan Sikap Majelis Dzikir Gusdurian

Baginya, tindakan teror, melukai dan mengancam orang lain, apapun agamanya, adalah bertentangan dengan agama Islam.

Ini Pernyataan Sikap Majelis Dzikir Gusdurian
TRIBUNJOGJA.COM / Tantowi Alwi
Suasana Doa Bersama yang digelar oleh Majelis Dzikir Gusdurian di Gereja Santo Lidwina Sleman, Rabu (14/2/2018) siang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Majelis Dzikir Gusdurian (MDG's) menggelar doa bersama di Gereja Lidwina Sleman, Rabu (14/2/2018) siang.

Umaruddin Mazdar, perwakilan Majelis Dzikir Gusdurian mengatakan, MDG's hadir sebagai saudara.

"Kami mengucapkan empati dan prihatin sedalam-dalamnya, kami berdoa semoga korban yang terluka segera diberi kesembuhan," kata Umaruddin.

Ditambahkannya, MDG's ingin saling menghormati dan saling memuliakan.

Baca: Majelis Dzikir Gusdurian Berdoa Bersama di Gereja Santa Lidwina

Baginya, tindakan teror, melukai dan mengancam orang lain, apapun agamanya, adalah bertentangan dengan agama Islam.

"Dikatakan di dalam Alquran, bahwa barangsiapa membunuh satu orang itu sama seperti membunuh seluruh umat manusia, melukai satu orang apapun agamanya itu sama seperti melukai seluruh umat manusia," kata dia.

Umaruddin mengatakan, Islam itu artinya damai, jangan mengaku Islam kalau dia tidak bisa membawa kedamaian dan tidak membuat orang lain merasa damai.

Baca: Deklarasi Jogja Damai Dihelat Pemda DIY Menyusul Terjadinya Penyerangan Gereja Lidwina

Halaman
12
Penulis: Tantowi Alwi
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help