Forpi Yogya Tuding Tiga Reklame Besar di Simpang Empat Gramedia Melanggar dan Tak Berizin

Forpi Kota Yogyakarta memastikan tiga papan reklame yang berada di simpang empat Gramedia melanggar aturan dan tak berizin.

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Forum Pemantau Independen (Forpi) kota Yogyakarta memastikan bahwa tiga papan reklame yang berada di simpang empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, melanggar aturan dan tak berizin.

Hal itu setelah Forpi Yogya melakukan pemantauan terhadap papan reklame di simpang empat Gramedia, Rabu (13/02/2018) siang.

Ketua Forpi Yogyakarta, Fx Harry Cahyo mengatakan, temuan bahwa tiga papan reklame iklan itu melanggar bisa dibuktikan dengan tidak adanya sticker dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan kota Yogyakarta mengenai batas waktu pemasangan iklan.

"Pertama, tidak ada stiker, itu artinya iklan tidak memiliki izin. Kedua, dalam peraturan, di titik simpang empat jalan, seharusnya hanya ada satu papan reklame berukuran besar. Disini terdapat tiga, ini jelas melanggar," kata Harry, ketika melakukan pemantauan reklame di simpang empat Gramedia, Rabu (14/02/2018)

Aturan tentang papan reklame berukuran sedang dan besar wajib memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) tertuang dalam peraturan daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2015 Kota Yogyakarta yang mulai efektif berlaku sejak 2016.

Sehingga papan-papan reklame iklan yang tersebar di setiap sudut kota Yogyakarta tidak boleh asal bangun dan harus memiliki IMB.

Dikatakan Harry, setelah di lakukan penelusuran mendalam melalui data yang didapat dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Yogyakarta, pihaknya mengaku menemukan banyak pelanggaran dan kejanggalan.

"Dari 271 papan reklame yang tersebar di kota Yogyakarta, hanya ada 51 yang tercatat berizin," ungkap dia.

"Artinya ada 220 reklame yang tidak berizin dan dilakukan pembiaran," sindir dia.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help