Badan Geologi Pantau Titik Ambles di Gunungkidul

Titik pemantauan beralnsgsung di dua lokasi masing-masing Luweng Anyar di Serpeng, Pacarejo, Semanu, dan wilayah Pringluang, Bedoyo, Ponjong.

Badan Geologi Pantau Titik Ambles di Gunungkidul
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri K
petugas tengah memantau lubang ambles di Dusun Pringluwang, Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Badan Geologi melakukan pemantauan terhadap tanah ambles yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Gunungkidul.

Pemantauan tersebut akan ditindaklanjuti dengan penelitian untuk mengungkap penyebab dan solusi atas permasalahan tanah ambels tersebut,

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan, pihak Badan Geologi telah melakukan pemantauan terhadap lubang ambles.

Titik pemantauan beralnsgsung di dua lokasi masing-masing Luweng Anyar di Serpeng, Pacarejo, Semanu, dan wilayah Pringluang, Bedoyo, Ponjong.

Baca: Usai Tanah Ambles, Fenomena Tanah Bergerak Ancam Permukiman Warga Gunungkidul

"Dari Badan Geologi telah melakukan pemantauan di titik-titik tanah ambles. Ada enam kecamatan yang mengalami fenomena ambles tersebut," ujarnya.

Edy mengatakan, Hasil kajian dari Badan Geologi tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk ditindaklanjuti.

Dia pun berharap agar dapat segera menemukan solusi atas permasalahn tersebut.

"Dari hasil penelitian tersebut kami akan mengetahui terkait fenomena tersebut. Apa solusi yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut," ujarnya.

Berdasarkan data, terdapat enam kecamatan mengalami tanah ambles. Mulai dari Saptosari, Purwosari, Rongkop, Tepus, Ponjong, dan Kecamatan Semanu. Untuk kecamatan Rongkop tercatat 17 titik dan kecamatan lainnya satu hingga tiga lubang.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help