TribunJogja/

2020, DIY Bakal Miliki 100 Sekolah Siaga Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menargetkan pembentukan 100 sekolah siaga bencana (SSB) hingga 2020 nanti.

2020, DIY Bakal Miliki 100 Sekolah Siaga Bencana
Tribun Jogja/ Singgih Wahyu
Suasana simulasi bencana tsunami di SDN Darat, Karangwuni, Wates, Rabu (14/2/2018). Sekolah tersebut kini diresmikan sebgai sekolah siaga benvana(SSB). 

Laporan reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu

TRIBUNJOGJA.COM  - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menargetkan pembentukan 100 sekolah siaga bencana (SSB) hingga 2020 nanti.

Bersamaan itu, ditanamkan pula sikap siaga dan tangguh menghadapi bencana kepada para siswa.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengatakan bahwa jumlah sekolah yang terihitung riskan terkena bencana di seluruh wilayah DIY saat ini cukup banyak, mencapai sekitar 2096 sekolah.

Potensi kerawanan bencananya mulai dari erupsi Merapi, gempa bumi, tsunami, dan lain-lainnya.

Setiap tahun pihaknya terus berupaya menambah jumlah SSB berikut desa tanggap bencana (destana) secara bertahap.

"Jumlah SSB setiap tahun terus meningkat. Dari mulanya 25, lalu meningkat jadi 50, 75, dan nanti 100 sekolah sudah kita bentuk jadi SSB hingga 2020. Diprioritaskan sekolah-sekolah yang memang berada di kawasan rawan bencana," jelas Biwara di sela peresmian SDN Darat, Pedukuhan V, Desa Karangwuni, Wates sebagai SSB, Rabu (14/2/2018).

Pembentukan SSB dinilainya sangat penting mengingat sekolah menjadi tempat generasi muda belajar dan berkumpul.

Dengan dibentuk menjadi SSB diharapkan ada peningkatan kapasitas dan kemampuan warga sekolah dalam menghadapi ancaman bencana.

Poin utamanya adalah mengedukasi anak-anak dan warga sekolah untuk memiliki budaya tanggap tangguh bencana dan menumbuhkan kesiapsiagaan. 

Ini juga mencakup asesmen terhadap kesiapan infrastruktur gedung sekolah yang memenuhi standar resiko bencana, ketersedian jalur evakuasi yang layak, dan lain sebagainya.

Ke depan, BPBD DIY juga akan menggeser paradigma kebencanaan dari semula hanya menyoroti perkara evakuasi menjadi kesiapsiagaan seluruh unsur masyarakat. Terutama saat bencana tidak sedang terjadi.

"Semua komponen akan kita berdayakan, termasuk komunitas dan relawan. Semua disiagakan agar ketika ada bencana semuanya sudah siap tanggap," kata Biwara. (tribunjogja)

Penulis: ing
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help