Home »

DIY

» Bantul

Shelter Tambahan SD Seropan Ditarget Selesai Dua Pekan

Saat ini proses pembangunan shelter tahap dua ini sedang menyusun paving sebagai alas shelter dengan posisi lebih tinggi dari tanah

Shelter Tambahan SD Seropan Ditarget Selesai Dua Pekan
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Para pekerja tengah memasang dinding Shelter SD Seropan di desa Muntuk, Dlingo, Senin (22/01/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Tiga kelas SD Seropan di Muntuk, Dlingo, Bantul yang direlokasi karena sekolah lama rawan longsor diketahui telah menempati bangunan shelter dari bambu dan kayu.

Dua kelas, kini sedang menunggu selesai pembuatan shelter tambahan.

Kepala Sekolah SD Seropan, Wagiran mengatakan, tiga kelas yang sudah pindah ke bangunan shelter adalah kelas I, II, dan III.

Sementara kelas IV dan V masih belajar di tenda darurat.

"Karena shelter bambu cuma ada dua kelas, jadi belum semua pindah," kata Wagiran, Selasa (13/2/2018).

Dijelaskan Wagiran, atas usulan yang disampaikan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Bantul, akhirnya akan dibangun kembali shelter bambu.

Rencananya, shelter ini diperuntukkan untuk kelas IV dan V.

Sedangkan kelas V masih akan menempati ruang kelas TK berupa bangunan tembok.

Baca: Ini Perjuangan Siswa di SD Seropan di Bantul untuk Belajar: Kami Tak Lagi Kepanasan, Namun . . .

Saat ini proses pembangunan shelter tahap dua ini sedang menyusun paving sebagai alas shelter dengan posisi lebih tinggi dari tanah agar air tidak masuk.

"Semua bahan sudah siap termasuk daun untuk atap, kemungkinan dua minggu lagi sudah bisa mulai digunakan siswa belajar," kata Wagiran.

Selain membangun shelter untuk ruang kelas belajar siawa kelas IV dan V, rencananya juga akan dibangun shelter untuk ruang kantor guru.

Seluruh shelter tersebut akan ditempati sampai proses pembangunan bangunan sekolah baru selesai yang ditarget tahun ini. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: sus
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help