Pemkab Gunungkidul Sudah Terapkan Zakat ASN Sejak 2010

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah melaksanakan kebijakan tersebut sejak tahun 2010 silam.

Pemkab Gunungkidul Sudah Terapkan Zakat ASN Sejak 2010
Tribun Jogja/ Rendika Ferri K
Sosialisasi Instruksi Bupati Gunungkidul tentang Optimalisasi Zakat untuk ASN di Ruang Rapat I Pemkab Gunungkidul, Selasa (13/2/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Pusat saat ini baru merencanakan adanya pemangkasan gaji untuk keperluan zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Namun, ternyata Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah melaksanakan kebijakan tersebut sejak tahun 2010 silam.

"Sudah ada sejak lama. Sejak 2010 lalu, ASN di Pemkab Gunungkidul melaksanakan zakat dari gaji yang didapatkannya," ujar Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gunungkidul, Samin Fauzi, Selasa (13/2/2018).

Fauzi mengatakan, sebagian ASN Pemkab Gunungkidul yang beragama islam dan memiliki gaji di atas nisab atau syarat jumlah gaji untuk berzakat sebesar Rp4 juta per bulan sudah menyisihkan gaji untuk pembayaran zakat profesi tersebut.

Pemangkasan gaji ASN untuk zakat tersebut atas persetujuan dari ASN yang bersangkutan melalui surat kesanggupan diri membayar zakat. Besaran yang dipangkas dipergunakan untuk pembayaran zakat.

"Bayarannya infak akan dimasukkan dalam kapasitas zakat. Untuk ASN yang memiliki gaji di atas nisab sebesar Rp4 juta per bulan, maka setiap bulannya, gaji mereka dipotong sebesar Rp100 ribu per bulan untuk pembayaran zakat," ujar Fauzi.

Lanjut Fauzi, para ASN yang memilik gaji di atas nisab diwajibkan atas pembayaran zakat senilai 85 gram emas per tahun.

Ia mencontohkan untuk gaji setahun Rp48 juta, maka dipangkas 2,5 persen sebesar Rp3,5 juta. Besaran itu ditujukan untuk membayar zakat.

Zakat yang disisihkan tersebut akan langsung diberikan kepada delapan golongan penerima zakat melalui program yang telah ada, seperti Gunungkidul Sehat, Gunungkidul Peduli, Gunung Cerdas dan juga Gunungkidul Takwa.

"Zakat yang terkumpul akan ditaslukan ke fakir miskin, dalam sejumlah program yang telah ada," ujarnya. (*)

Penulis: rfk
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help