Kisah Penjaga Malam Rutan, Kerap Dengar Teriakan Tahanan Sampai Jarang Kumpul Bersama Keluarga

Pengalaman unik lainnya saat ada tahanan yang teriak-teriak pada tengah malam karena suatu gangguan makhluk gaib.

Kisah Penjaga Malam Rutan, Kerap Dengar Teriakan Tahanan Sampai Jarang Kumpul Bersama Keluarga
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida Pertana
Suasana Rutan Kelas II A, Wirogunan Kota Yogyakarta, nampak para tahanan tengah berada di lapangan tengah guna mengikuti proses perpindahan penjagaan yang dilakukan penjaga keamanan Rutan. 

Diceritakan Pardiyono (36), staff KPRTN yang kerap berjaga malam di Rutan tersebut bahwa dalam melakukan kewajibannya itu ia kerap mendapati kejadian unik, aneh, suka maupun duka.

Diungkapkan pria asal Bantul ini, ia sama sekali tidak mengeluh dalam menjalankan pekerjaannya tersebut, hal itu karena ia menilai pekerjaan tersebut sebagai bentuk pengabdian terhadap negara.

Selain itu, ia merasa mendapat pahala dari pembinaan yang dilakukannya sembari melaksanakan tugas dakam menjaga para tahanan di Rutan tersebut.

"Menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya bisa menjalankan tugas negara, dan membina mereka itu seperti meluruskan besi yang sudah bengkok. Jadi saya merasakan kebanggaan saat bertugas," ujarnya.

Meski merasakan kebanggaan saat melaksanakan tugas negara, ia juga merasa bahwa pekerjaannya tersebut memiliki risiko yang besar, serta menyita waktunya dalam berkumpul bersama keluarga, yang mana istrinya juga ternyata bekerja dengan sistem shift di sebuah Rumah Sakit.

Namun, dengan seiring berjalannya waktu, keluarga akhirnya memahami pekerjaannya tersebut dan dia juga selalu menyempatkan untuk menghabiskan waktu dengan keluarga apabila memilki waktu luang.

"Dukanya itu kalau meninggalkan keluarga dirumah, karena istri juga kerja dan kadang piket malam bersamaaan. Ya, kadang saya pulang istri pergi, tapi tetap ada waktunya berkumpul sama keluarga," ucapnya.

Baca: Terdakwa Kasus Penganiayaan Balita JM Coba Bunuh Diri di Rutan Bantul

Diakuinya, untuk shift malam penjaga Rutan dimulai dari jam 7 hingga jam 7 pagi.

Beberapa peristiwa unik pun pernah dialami pria yang selalu sigap saat menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Tribun Jogja.

Beberapa hal yang membutuhkan kesigapan ekstra antara lain di saat adanya tahanan yang sakit dan memerlukan pertolongan medis di tengah malam.

Hal itu dikarenakan, bahwa untuk membuka kunci ruangan tahanan harus menghubungi Kepala Keamanan Rutan atau Karutan.

Mengingat sesuai SOP bahwa yang memiliki kuasa penuh terhadap kunci sel tahanan dimiliki kedua orang tersebut.

Meski demikian, pihaknya selalu responsif dalam menangani permasalahan tersebut mengingat kedua orang tersebut langsung menindaklanjuti apabila ada tahanan yang membutuhkan pertolongan medis.

"Selain kalau ada orang sakit tengah malam, dulu juga pernah melerai perkelahian antar tahanan tahun 2014, waktu itu piket malam dan ada dua tahanan yang teriak-teriak. Saya datangi ternyata pada berkelahi, akhirnya saya lerai itu. Tapi kalau baru-baru ini jarang ada perkelahian antar tahanan," ulasnya.

Baca: Rutan Bantul Over Kapasitas

Ditambahkannya pula, bahwa pengalaman unik lainnya saat ada tahanan yang teriak-teriak pada tengah malam karena suatu gangguan makhluk gaib.

Pardiyono berujar, bahwa Rutan tersebut memang terkesan angker.

Dahulunya, bangunan tersebut sempat digunakan sebagai pabrik pembuatan pabrik sepatu kulit pegawai Lapas dan Rutan se-Indonesia.

"Pernah ada tahanan kasus pajak, pada hari pertama di Rutan dia teriak-teriak ketakutan kalau ditakuti hantu dan minta petugas memindahnya. Pas itu dia sendirian di sel tahanan yang berada di blok sadewa. Kalau begitu ya langsung didatangi dan tahanan diberi penguatan secara rohani," ujarnya.

"Saat itu tahanan kami pindah karena benar-benar ketakutan dan selang beberapa hari, setelah mentalnya kuat kami kembalikan ke sel sebelumnya," imbuhnya.

Pria yang murah senyum ini juga menambahkan lagi apabila dengan adanya kejadian tersebut tidak mempengaruhi dirinya dalam melaksanakan tugas negara yakni menjaga tahanan di malam hari.

Hal itu dikarenakan dirinya memang sudah memiliki keinginan kuat dalam bekerja di pelayanan publik.

"Saya kan kerja di pelayanan publik dan banyak orang yang harus dijaga, kalau takut nanti gimana yang menanganinya. Jadi tiap jaga malam saya tanamkan prinsip, jika tidak mengganggu maka tidak akan diganggu, ya alhamdulillah selama ini tidak pernah diganggu," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rid
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help