Penyerangan Jemaah Gereja di Sleman

Gerak Cepat Srikandi Lintas Iman dalam Mengawal Isu Intoleransi

Slili ini juga menawarkan bantuan berupa pendampingan terhadap korban yang mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.

Gerak Cepat Srikandi Lintas Iman dalam Mengawal Isu Intoleransi
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Srikandi Lintas iman sedang berdialog dengan perwakilan Gereja St. Lidwina 

“Sultan tidak cukup hanya memberikan pernyataan, tapi bagaimana beliau bisa membuat kebijakan untuk menghentikan kekerasan, tidak hanya fisik tapi juga psikologis,” tambahnya.

Sebagai masyarakat sipil, dia hanya bisa mendorong, menghimbau dan mendesak aparat untuk bisa bersikap tegas.

Di samping itu, dia bersama organisasinya akan terus berorientasi kepada dialog antar umat beragama, sebagai langkah antisipatis.

Seperti halnya, melakukan pelatihan terhadap perempuan untuk bisa mengelola konflik.

Baca: Sejumlah Ormas Lakukan Kerja Bakti Bersihkan Gereja St Lidwina Sleman

Penyenai latarbelakang terjadinya kasus intoleran, Wiwin memandang banyak penyebabnya.

Seperti halnya lemahnya aparat dalam mengatasi kasus-kasus sebelumnya.

Contohnya kasus di Cicalengka yang melukai kiai, Wiwin sangat menyayangkan bahwa kasus tersebut berhenti dengan adanya pernyataan bahwa pelakunya adalah orang gila.

Padahal tidak seperti itu.

“Saya berharap, jangan sampai kasus ini juga berhenti pada kesimpulan bahwa pelakunya gila,” ungkap Wiwin.(TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help