TribunJogja/

Gaji PNS Kulonprogo Dipotong untuk Zakat, Dana Dikelola Baznas

Jauh sebelumnya, Kulonprogo sendiri telah menerapkan model pungutan tersebut sejak 2012.

Gaji PNS Kulonprogo Dipotong untuk Zakat, Dana Dikelola Baznas
net
Ilustrasi Zakat 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pemerintah pusat berencana menerbitkan regulasi optimalisasi penghimpunan zakat bagi aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) muslim.

Jauh sebelumnya, Kulonprogo sendiri telah menerapkan model pungutan tersebut sejak 2012.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan,  Pemerintah Kabupaten Kulonprogo memang sejak jauh hari sudah menerapkan pembayaran zakat, infak, dan sodakoh (ZIS) oleh ASN.

Yakni, sebesar 2,5 persen yang dipotongkan langsung dari pendapatan para pegawai tiap bulannya.

Bahkan, kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk pegawai muslim saja melainkan non muslim melalui bentuk dana persembahan. 

"Sejak 2012 Kulonprogo sudah lakukan itu dan jumlahnya terus meningkat," jelas Hasto, Selasa (13/2/2018).

Baca: Rumah Zakat Kembali Buka Pendaftaran Sekolah Gratis Bagi Kaum Dhuafa

Diakuinya kesenjangan sosial di Kulonprogo masih cukup tinggi sehingga Pemkab merasa perlu mengajak pegawainya yang terhitung kelas menengah itu untuk turut berbagi.

Apalagi, sekitar 50 persen APBD terserap habis untuk menggaji para pegawai yang jumlahnya hanya 2 persen dari jumlah penduduk Kulonprogo.

Melalui dana ZIS itu, ada sense of crisis dan sikap berbagi kepada sesama yang ditumbuhkan kepada setiap ASN.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help