Dengar Ibunya Menangis, Terpidana Menahan Air Mata Sambil Berkata 'Buuukk!'

Ia mendapati anaknya divonis lima tahun kurungan serta uang 30 juta. Jika tidak dibayar, akan dikenakan hukuman kurungan

Dengar Ibunya Menangis, Terpidana Menahan Air Mata Sambil Berkata 'Buuukk!'
TRIBUNJOGJA | CHRISTI MAHATMA
Jon dipeluk keluarganya saat hendak masuk mobil tahanan, setelah dihukum lima tahun kurungan 

Sebelumnya jaksa penuntut umum menuntut Jon dakwaan alternatif pasal 76 d ayat 81 dan 76 e pasal 82 tentang kekerasan pada anak. Jaksa menuntut Jon 7 tahun, denda 30 juta, subsider 3 bulan.

Mendengar suara ibunya menangis, Jon menengok sambil menahan tangisnya. "Buuukk, " panggil Jon lirih sambil menahan tangis.

Seketika suasana penuh isak tangis. Endah tak terima anaknya dijatuhi hukuman atas hal yang tidak diperbuat.

"Aku ora salah. Aku ngerti iki gara-gara duit (Aku tidak salah. Aku tahu ini gara-gara uang), " teriak Jon sambil menangis. Ia tak terima atas putusan pengadilan. Suasana pengadilan pun penuh isak tangis. Jon histeris.

Peluk anak

"Tenang, percaya Tuhan," kata Endah mencoba menenangkan. Polisi dan pengaman dari pihak pengadilan berusaha menenangkan Jon. Setelah sidang selesai, Jon masih berteriak.

Tono, sang ayah heran anaknya bisa dijatuhi hukuman. "Kok bisa jaksa mengarang cerita. Mereka tidak masuk kamar, adiknya lihat dan jadi saksi. Saya menuntut keadilan," kata Tono di luar sidang.

Didampingi tiga pengacara dari LBH, Keluaga Jon akan mengajukan banding. "Sidang berjalan 2,5 bulan. Berat karena pasalnya anak di bawah umur," kata Damar, penasihat hukum.

Rencananya, keluarga Jon mengajukan banding didampingi tiga pengacara dari LBH, yaitu Sapto Nugroho, Aryo Damar, dan Oswaldo Sitanggang. (TRIBUNjogja.com | Christi mahatma)

Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved