Banyak Longsor, BPBD Kulonprogo Tetapkan Tanggap Darurat untuk Samigaluh dan Kokap

Status yang semula siaga darurat bencana kini beralih jadi tanggap darurat bencana dan berlaku untuk 8-21 Februari 2018.

Banyak Longsor, BPBD Kulonprogo Tetapkan Tanggap Darurat untuk Samigaluh dan Kokap
dok Camat Kalibawang
Warga bergotong royong membersihkan jalan menuju Suroloyo yang tertimbun material longsor di wilayah Pedukuhan Tanjung, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo menaikkan status penanganan bencana di wilayah Kecamatan Samigaluh dan Kokap.

Status yang semula siaga darurat bencana kini beralih jadi tanggap darurat bencana dan berlaku untuk 8-21 Februari 2018.

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Gusdi Hartono, mengatakan peningkatan status penanganan bencana itu dengan pertimbangan intensitas hujan deras dan kejadian bencana yang meningkat pada Februari ini di kedua wilayah kecamatan tersebut.

Sedangkan wilayah kecamatan lain hingga kini masih berstatus siaga darurat bencana yang juga ditetapkan untuk seluruh wilayah Kulonprogo pada 28 November 2017 hingga 31 Maret 2018.

"Hujan deras intensitas tinggi mengguyur wilayah Kulonprogo pada Februari ini dan banyak terjadi tanah longsor di kawasan perbukitan Menoreh," jelas Gusdi, Selasa (13/2/2018).

Disebutnya, ada enam titik tanah longsor yang menutup akses jalur wisata di perbukitan Menoreh.

Antara lain ruas Brajan-Kaliwunglon Desa Banjarsari (Samigaluh), Jalan Trayu-Suroloyo wilayah Desa Ngargosari, ruas Nyemani dan Nglambur-Suroloyo di wilayah Desa Sidoharjo, ruas Puyang Desa Purwoharjo, ruas Keji (Hargotirto, Kokap)- Sulur (Samigaluh), dan ruas Jalan Bendo-Sendangsono (Banjaroya, Kalibawang).

Ruas Nyemani dan Puyang merupakan jalur menuju Puncak Suroloyo dan sejumlah air terjun misalnya Air Terjun Sidoharjo.

Sedangkan di Kalibawang, jalan yang tertutup merupakan akses menuju kawasan ziarah Sendangsono serta Suroloyo. Gusdi mengatakan, pihaknya mengerahkan dua unit alat berat untuk membuka kembali akses jalan di Nyemani dan ruas Keji-Sulur wilayah Samigaluhn dan selanjutnya ruas jalan Nglambur-Suroloyo.

Di dua lokasi ini, material tanah longsor menutup akses jalan kabupaten.

Ruas-ruas jalan itu cukup vital karena dibutuhkan publik sehingga penangannya harus diprioritaskan.

Pengerahan alat berat diharapkan bisa mempercepat pembersihan dan pembukaan kembali aksesibilitasnya.

"Kami berusaha bekerja dengan cepat agar jalan cepat bisa dilalui warga dan wisatawan yang hendak berwisata ke kasan Menoreh, terutama Puncak Suroloyo," jelasnya. (*)

Penulis: ing
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help