Home »

DIY

» Sleman

Penyerangan Jemaah Gereja di Sleman

Inilah 4 Harapan Jogja Police Watch Terkait Penanganan Kasus Penyerangan Gereja St Lidwina

Terkait dengan kasus tersebut, Jogja Police Watch (JPW) menyampaikan beberapa hal terkait kasus penyerangan tersebut.

Inilah 4 Harapan Jogja Police Watch Terkait Penanganan Kasus Penyerangan Gereja St Lidwina
TRIBUNjogja.com | Bramsto Adhy
Sejumlah anggota kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara penyerangan di Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, Minggu (11/2/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jogja Police Watch (JPW) turut memberikan komentar serta desakan kepada seluruh stakeholder, untuk mengungkap kasus penyerangan di gereja St Lidwina Bedog, Jambon, Trihanggo Gamping, Sleman, DIY, pada Minggu (11/2/2018) pagi.

Pelaku penyerangan diketahui bernama Suliono, warga Banyuwangi.

Terkait dengan kasus tersebut, Jogja Police Watch (JPW) menyampaikan beberapa hal terkait kasus penyerangan tersebut.

Baharuddin Kamba, Kepala Divisi Humas JPW menyampaikan bahwa pihaknya mengecam keras aksi penyerangan umat yang dilakukan di tengah peribadatan tersebut.

Ada sekira empat poin yang menjadi tuntutan dan harapan JPW terhadap kasus penyerangan gereja ini.

"Pertama bahwa JPW mengecam keras atas aksi biadab yang dilakukan oleh pelaku penyerangan terhadap para jemaah gereja St Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, DIY. Dengan alasan apapun tindakan pelaku tidak dapat dibenarkan dan tindakan pelaku dapat menciptakan rasa teror karena menimbulkan ketakutan tetapi kita harus yakin bahwa kita dapat melawan aksi-aksi teror," jelasnya dalam rilisnya kepada media, Senin (12/2/2018).

JPW juga berharap kasus segera diproses tuntas dan menyerahkan kasus kepada pihak yang berwajib.

"Bahwa JPW mendukung atas proses hukum terhadap peristiwa yang memilukan ini. Mari kita kawal proses hukum ini dan percayakan kepada pihak kepolisian untuk bekerja secara profesional, akuntabiltas dan transparan agar kasus ini dapat diungkap secara tuntas tanpa adanya intervensi dari pihak manapun," tukasnya.

Baharudin Kamba juga mendukung upaya kepolisian untuk mengusut tuntas sehingga diketahui motif pelaku melakukan aksi penyerangan tersebut.

"JPW meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap apa sebenarnya motif di belakangnya. Tentu, kita berharap aparat kepolisian tidak terburu-buru (terlau dini) kasus ini pelakunya orang gila karena menjadi aneh kalau pelakunya semua orang gila seperti yang terjadi daerah Cicalengka dan Bandung Jawa Barat beberapa waktu lalu,"

"JPW juga mendorong kepada arapat kepolisian untuk menambah personelnya di sejumlah titik atau tempat ibadah (masjid, gereja, pura dan lainnya) tanpa harus diminta oleh masyarakat. Hal ini penting selain memasang CCTV sebagai pendetiksi dini agar peristiwa serupa tidak terulang juga ada jaminan keamanan dari aparat kepolisian terhadap semua warga yang sedang menjalankan ibadah keagamaan," tutupnya. (*) 

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help