TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Ini Perjuangan Siswa di SD Seropan di Bantul untuk Belajar: Kami Tak Lagi Kepanasan, Namun . . .

Mereka, sudah satu minggu lebih menempati bangunan tersebut sebagai ruang kelas. Ada tiga ruang dan itu ditempati untuk kelas I, II dan III.

Ini Perjuangan Siswa di SD Seropan di Bantul untuk Belajar: Kami Tak Lagi Kepanasan, Namun . . .
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Murid SD Seropan, Muntuk, Dlingo, Bantul saat belajar di kelas yang terbut dari bambu dan kayu, Senin (12/2/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Suara anak-anak terdengar bersahut-sahutan dari dalam bangunan persegi yang sekilas seperti gubuk untuk atau gudang untuk menyimpan sembako.

Riuh, gaduh dan terkadang teriring suara gelak tawa.

Sesekali ruangan juga sangat tenang, kontras dari satu waktu ke waktu lain.

Memang seperti gudang penyimpanan sembako karena bentuknya kotak.

Bangunan berukuran sekitar 12x4 meter tersebut konstruksinya terbuat dari bambu dan kayu.

Dinding dari asbes tipis menempel di separoh bawah bangunan.

Atapnya, dari dedaunan seperti daun kelapa.

Baca: Gedung Baru untuk SD Seropan, Wagiran Tunggu Hasil Revisi Master Plan

Lalu ketika menjelang matahari berada di atas kepala, secara bergelombang banyak anak-anak keluar dari bangunan itu.

Berjajar rapi, memakai seragam warna putih-merah lengkap dengan topi dan tas.

Halaman
1234
Penulis: sus
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help