TribunJogja/

Ganti Rugi Lahan Bandara Belum Jelas, Warga Eks WTT Mengadu ke Help Desk

Mereka kini terpaksa mengontrak rumah di sekitar Temon sebagai tempat tinggal sementara.

Ganti Rugi Lahan Bandara Belum Jelas, Warga Eks WTT Mengadu ke Help Desk
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Sejumlah warha eks penolak bandara dar kelompok WTT mengadu ke help desk NYIA, Senin (12/2/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Belasan warga eks penolak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon dari kelompok Wahana Tri Tunggal (WTT) mendatangi kantor Help Desk proyek tersebut, Senin (12/2/2018).

Mereka mengadu terkait masalah ganti rugi pembebasan lahan dan peluang kerja.

Warga mengeluhkan belum jelasnya bentuk pencairan ganti rugi lahan tersebut dan menanyakan kemungkinan masuk konsinyasi di pengadilan atau justru bisa dibayarkan langsung.

Sebagian di antara mereka hingga kini belum mendapatkan sepeserpun kompensasi pembebasan lahan meski rumahnya sudah dirobohkan dalam proses pembersihan lahan (land clearing) oleh PT Angkasa Pura I.

Baca: Angkasa Pura I Belum Tuntaskan DED Bandara NYIA

"Sebagian memang ada yang tanahnya masuk konsinyasi dan rumah sudah dirobohkan. Namun, sampai saat ini ada dari kami belum terima sepeserpun uang ganti rugi," kata seorang warga eks WTT, Andung Sumulyo.

Adapun sebagian besar tanah warga tersebut memang dikonsinyasikan dana ganti ruginya lantaran sikap penolakan mereka terdahulu.

Setelah berubah sikap, mereka dengan penuh kerelaan bersedia pindah sekalipun belum menerima surat peringatan (SP) pengosongan lahan.

Namun saat itu warga sudah menjalani proses pengukuran dan penilaian ulang aset tanah, bangunan, tanam tumbuh, dan sarana pendukung lain (SPL) oleh appraisal.

Kini, warga masih menunggu kepastian realisasi janji diskresi (keringanan) atas proses tersebut agar aset non tanahnya bisa dibayarkan ganti ruginya.

Halaman
123
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help