Belajar dari Tanjakan Emen, Begini Caranya Agar Mobil Berhenti dan Jalan dengan Aman di Tanjakan

Saat melewati tanjakan dengan kondisi lalu lintas padat atau macet, selalu menggunakan gigi rendah, yaitu 1 (manual) atau L (matik).

Belajar dari Tanjakan Emen, Begini Caranya Agar Mobil Berhenti dan Jalan dengan Aman di Tanjakan
internet
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kecelakaan bus Pariwisata yang membawa penumpang rombongan Koperasi Permata Ciputat di tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Minggu (11/2/2018) menjadi momen kepada setiap pengendara untuk memastikan kesiapan dan kelaikan kendaraannya sebelum berangkat.

Terutama ketika kendaraan akan melintas di jalan dengan medan menanjak tajam.

Selain kelaikan kendaraan, pengemudi pun dituntut dapat menguasai kendaraannya.

Berhenti di tengah-tengah tanjakan berpotensi membuat mobil berjalan mundur.

Lalu bagaimana mengatasinya?

Melansir GridOto.com, Kamis (4/1/2018) hal pertama yang dilakukan saat melewati tanjakan dengan kondisi lalu lintas padat atau macet, selalu menggunakan gigi rendah, yaitu 1 (manual) atau L (matik).

Tujuannya agar mobil selalu mendapatkan torsi dan tenaga optimal.

Jangan melewati tanjakan dengan cara setengah kopling atau kopling menggantung.

"Memang cara ini bisa dilakukan, tetapi akan membuat kopling akan cepat panas, bahkan bisa sampai jebol," terang Marcel Kurniawan, Training And Development Manager Real Driving Centre, Jakarta.

Setengah kopling hanya dipakai saat start atau mobil mulai berjalan saja.

Halaman
12
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help