Home »

Techno

» Apps

Aplikasi Anti Berita Hoaks Diluncurkan di Borobudur

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) meluncurkan aplikasi Hoax-Buster Tools (HBT) di Borobudur

Aplikasi Anti Berita Hoaks Diluncurkan di Borobudur
ist
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meluncurkan aplikasi Hoax Buster Tools (HBT) bersama dengan Ketua Mafindo Septiadji Eko Nugroho, Sabtu (10/2/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM  - Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) meluncurkan aplikasi Hoax-Buster Tools (HBT) untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak mengandung unsur fitnah atau hoaks.

Peluncuran secara resmi dilakukan Mafindo di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 1, di Kampung Homestay, Desa Ngaran 2, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2018) sore.

Dalam peluncuran itu turut hadir Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara, perwakilan Google Indonesia Shinto Nugroho, Kepala Polres Magelang AKBP Hari Purnomo, hingga pegiat media sosial, seni, budaya di Magelang dan sekitarnya.

Ketua Mafindo, Septiaji Eko Nugroho menjelaskan, pembuatan aplikasi dilatarbelakangi oleh maraknya informasi hoaks di dunia maya yang sudah meresahkan masyarakat.

Aplikasi ini mudah diakses masyarakat melalui handphone dan perangkat mobile.

"Sejauh ini untuk mencari kebenaran berita hanya bisa dilakukan melalui desktop atau laptop saja, yang menyulitkan sebagian masyarakat. Sehingga aplikasi ini dibuat agar bisa dibuka dengan mobile," kata Septiaji.

Dia menjelaskan, aplikasi ini berisi berbagai alat yang bisa digunakan sesuai kebutuhan pengguna. Alat itu antara lain mesin pencari (search tool) untuk web, video, foto dan lain-lain. HBT ini juga memiliki database anti-hoaks yang terbuka bisa dilihat oleh pengguna.

"Kami punya database anti-hoaks. Terbuka, bisa dilihat siapa saja. Seperti ada Facebook, Twitter, Whatsapp, dan sebagainya," ujar Septiaji.

Paling menarik, kata dia, HBT sudah dipasang "search engine anti-hoax" yang cara kerjanya mirip dengan Google. Pengguna bebas mencari informasi apa saja, dengan hasil pencarian yang dipastikan bebas berita palsu dan hoaks.

"Ini mirip Google, tapi dijamin bersih dari hoaks. Web yang muncul seperti Wikipedia, media yang sudah terverifikasi oleh dewan pers, situs kita sendiri. Masyarakat awam akan terbantu dan enggak bakal ketemu yang aneh-aneh," ujar Septiaji.

Sementara ini, HBT baru bisa diunggah gratis melalui Google Play Store atau smartphone berbasis Android. Ke depan, akan dikembangkan lagi HBT versi 2, dan diharapkan bisa diunggah melalui sistem operasi selain Android.

Menkominfo Rudiantara mengapresiasi terobosan Mafindo meluncurkan aplikasi HBT ini guna memerangi informasi hoaks.

Rudiantara bahkan berjanji akan berkomunikasi dengan pengelola iOS, sistem operasi perangkat smartphone yang dikembangkan dan didistribusikan oleh Apple.

"Enggak usah khawatir, nanti saya komunikasi sama iOS. Jadi enggak cuma Android saja yang bisa pakai HBT ini, kalian yang pakai iOS juga bisa," ucap Rudiantara.

Rudiantara mengakui, masyarakat masih banyak yang belum bisa memilih dan memilah mana informasi yang langsung bisa diterima dan mana yang harus dibuang karena bersifat hoaks. Hal ini tidak lepas dari berkembangnya media sosial (medsos) yang kian pesat. (ika fitriana/kompas.com)

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help