Pentingnya Konsumsi Buah dan Sayur untuk Anak-anak

Berdasarkan Data Riskesdas 2013, sebanyak 93.5% orang Indonesia kurang mengkonsumsi sayur.

Pentingnya Konsumsi Buah dan Sayur untuk Anak-anak
istimewa
Dosen Gizi Kesehatan UGM, Dr Lily Arsanti Lestari STP MP

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM - Berdasarkan Data Riskesdas 2013, sebanyak 93,5% orang Indonesia kurang mengkonsumsi sayur.

Padahal dalam sayur-sayuran mengandung vitamin, mineral dan serat, yang semuanya penting untuk kesehatan tubuh.

Dosen Gizi Kesehatan UGM, Dr Lily Arsanti Lestari STP MP menuturkan vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayur maupun buah-buahan itu penting untuk pertumbuhan pada usia anak-anak.

Selain itu, serat juga penting untuk bisa mencegah berbagai macam penyakit pada anak-anak.

"Kalau anak-anak, serat itu untuk pertahanan tubuh karena banyak mengandung vitamin dan mineral. Kalau kurang vitamin dan mineral, anak jadi lebih mudah sakit," papar Lily, Jumat (9/2/2018).

Lily melanjutkan, kandungan gizi vitamin mineral yang terkandung dalam buah dan sayur cukup tinggi.

"Kalau kurang makan sayur dan buah bisa kekurangan zat gizi mikro. Vitamin dan mineral ini dibutuhkan untuk pertahanan tubuh," lanjutnya.

Ia menambahkan, anak-anak yang kurang mengkonsumsi sayur dan buah, lebih mudah terkena penyakit infeksi seperti batuk dan pilek.

"Anak yang kurang sayur dan buah itu lebih sering sakit. sementara kalau anak-anak yang rutin mengkonsumsi sayur dan buah, pertahanan tubuhnya bagus," papr Lily ketika ditemui diruangannya.

Kurangnya konsumsi buah dan sayur pada anak-anak sapat menyebabkan gangguan metabolisme dan kurangnya daya tahan tubuh.

"Daya tahan tubuh bisa diketahui ketika kita rentan atau tidak terhadap penularan penyakt," ujarnya.

Selain itu, jika anak-anak kurang serat, maka buang air besar menjadi tidak lancar, sehingga pada feses itu banyak mengandung toksin.

"Kalau kurang sayur dan buah, buang air besar tidak lancar jadinya bisa ngendon lama di usus yang kalau kelamaan di usus itu bahaya," imbuhnya. (tribunjogja)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help