12 Penyakit Aneh

Vampir di Dunia Nyata yang Tak Bisa Terpapar Matahari

Xeroderma pigmentosum (XP), salah satu dari kelompok gangguan yang dikenal sebagai porfiria, mutasi resesif

Vampir di Dunia Nyata yang Tak Bisa Terpapar Matahari
ist/enquirer
Seorang anak pengidap Xeroderma pigmentosum

TRIBUNJOGJA.COM - Manusia membutuhkan sinar matahari untuk mensintesis vitamin D, tapi terlalu banyak paparan sinar UV dapat merusak kulit. Sekitar 1 dari 1 juta orang memiliki xeroderma pigmentosum (XP) dan sangat sensitif terhadap sinar UV. Orang-orang ini harus benar-benar terlindungi dari sinar matahari, atau akan mengalami sunburn ekstrim dan kerusakan kulit.

Xeroderma pigmentosum (XP), salah satu dari kelompok gangguan yang dikenal sebagai porfiria, disebabkan oleh mutasi resesif langka dari enzim perbaikan eksisi nukleotida. Saat berfungsi normal, enzim ini akan mengoreksi DNA yang rusak akibat radiasi sinar UV. Pada individu pengidap XP, enzim ini gagal bekerja sehingga kerusakan DNA menjadi permanen dan terakumulasi.

Gejala biasanya pertama kali muncul pada anak usia dini, ditandai dengan kulit melepuh terbakar parah setelah hanya beberapa menit dari paparan. Wajah dan kulit yang terpengarhu meampakkan bintik-bintik kemerahan, serta kondisi kulit kering dan perubahan warna kulit.

Sayangnya, individu dengan XP memiliki kesempatan tinggi mengembangkan kanker kulit. Tanpa perlindungan yang tepat, hampir setengah dari semua anak yang memiliki XP akan mengembangkan beberapa jenis kanker kulit pada usia 10 tahun. Mata juga menjadi merah, kabur, dan teriritasi dari paparan UV.

Diperkirakan bahwa hanya satu dari 250.000 orang di Eropa dan Amerika Serikat memiliki XP. Meskipun ada beberapa perawatan yang tersedia, pencegahan terbaik dari kerusakan parah hanyalah tinggal di kegelapan dan menjauhi diri dari sinar matahari, seperti vampir. (Ajeng Quamila/hellosehat.com)

Editor: iwanoganapriansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help