Duh, Relokasi Makam Terdampak NYIA Belum Tuntas Juga

Sebagian makam kini masih terbujur utuh di lahan area pembangunan bandara dan belum dipindahkan.

Duh, Relokasi Makam Terdampak NYIA Belum Tuntas Juga
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Bendera dwi warna terpasang di atas dua liang makam di Palihan. Meski sekelilingnya sudah diratakan oleh alat berat proyek bandara, dua liang Makam tersebut belum dipindahkan lantaran ahli warisnya menolak megaproyek tersebut. Foto diambil belum lama ini di Palihan, tak jauh dari posko PWPP-KP. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Selain masalah lahan yang belum beres, relokasi makam terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon juga belum sepenuhnya tuntas.

Sebagian makam kini masih terbujur utuh di lahan area pembangunan bandara dan belum dipindahkan. 

Makam-makam yang masih berada di dalam lingkup lahan bandara antara lain terdapat di Desa Glagah, Sindutan, Palihan, dan Jangkaran.

Penyebab belum dipindahkannya makam-makam tersebut cukup beragam.

Antara lain belum adanya kesepakatan antara Pemerintah Desa dan pemrakarsa pembangunan NYIA (PT Angkasa Pura I) terkait skema pemindahannya seperti di Jangkaran dan Sindutan, ahli waris makam di Palihan dan Glagah menolak pembangunan bandara, serta beberapa yang terhambat cuaca dalam proses relokasinya.

Baca: Terus Diguyur Hujan Deras, Tanah Pemakaman Hingga Jenazah di Makam Seropan Terbawa Longsor

Kepala Desa Sindutan, Radi mengatakan ada beberapa kompleks pemakaman di desanya yang turut terdampak pembanguann bandara dan hingga kini belum bisa direlokasi.

Jumlahnya kurang dari 100 liang dan berupa pemakaman umum maupun makam leluhur desa di pemakaman Gunung Wedok. 

Sama seperti di Jangkaran, nilai ganti rugi lahan pemakaman di Sindutan dinilai pihak desa tidak cukup untuk membeli dan menyiapkan lahan sebagai lokasi baru pemindahan makam sehingga dilakukan perundingan kembali untuk relokasinya.

Namun, hingga saat ini belum ada kesepakatan tercapai antara desa dan AP I terkait mekanismenya lebih lanjut. 

Halaman
123
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help