Home »

Sport

100 Atlet Pelajar Kota Yogyakarta Jalani Program KKO di Ragunan

Atlet muda Kota Yogya akan melakoni tanding dengan selevelnya untuk menjajal kemampuan.

100 Atlet Pelajar Kota Yogyakarta Jalani Program KKO di Ragunan
tribunjogja.com/agung ismiyanto
Ilustrasi atlet pelajar 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 100 atlet pelajar Kota Yogyakarta yang tergabung dalam Kelas Khusus Olahraga (KKO) dikirim untuk menjalani try out di Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta.

Atlet muda Kota Yogya akan melakoni tanding dengan selevelnya untuk menjajal kemampuan.

Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Yogya, RM Budi Santoso mengatakan atlet yang dikirim berasal dari SMPN 13 Yogya. Para atlet muda menjalani try out mulai Jumat-Minggu (9-11/2/2018).

"Kami sengaja memberangkatkan atlet-atlet KKO berujicoba ke SKO Ragunan untuk dapat melihat perkembangan mereka. Dari hasil di ujicoba ini, kami akan melakukan evaluasi bagi pelaksanaan program KKO ini," ungkapnya, Jumat (9/2/2018).

Terkait dipilihnya SKO Ragunan sebagai lokasi penggemblengan atlet muda Kota Yogya, menurutnya SKO Ragunan sudah menjadi percontohan dan yang terlama dalam membina atlet pelajar di Indonesia.

Baca: Ini Mimpi Atlet Voli Cantik untuk Orangtuanya

"Dengan menghadapi atlet-atlet asal SKO Ragunan, diharapkan atlet-atlet pelajar Kota Yogya ini bisa mendapatkan pengalaman baru dan dapat mengukur kemampuan mereka sendiri," katanya.

Ia menjelaskan 100 atlet yang dikirim berasal dari 8 cabang olahraga.

Mulai dari bola voli, sepak bola, badminton, taekrondo, pencak silat, panahan, hingga tenis meja.

Tidak hanya sebagai ajang try out atlet, kegiatan ini juga merupakan sarana evaluasi bagi para pelatih yang selama ini memberikan pembinaan.

"Untuk atlet, Dispora akan melihat pencapaian hasil latihan yang selama ini telah dijalani. Sementara untuk pelatih, akan ditujukan untuk melihat kesesuaian program kerja yang diterapkan dalam latihan selama ini. Apakah pas dengan karakter atlet yang masih pelajar SMP, apakah program dan cara melatihnya bisa diserap semua atletnya, atau ada hal-hal yang kurang atau lebih seperti apa dalam programnya," paparnya menjelaskan.

Budi berharap melalui program ini akan muncul atlet-atlet yang bukan hanya unggul namun juga terukur kemampuannya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ang
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help