TribunJogja/

Angkasa Pura Kembali Cairkan Ganti Rugi Pembebasan Lahan Bandara Senilai Rp22 Miliar

PT Angkasa Pura kembali mencairan ganti rugi lahan bandara senilai Rp22 Miliar untuk 31 bidang lahan.

Angkasa Pura Kembali Cairkan Ganti Rugi Pembebasan Lahan Bandara Senilai Rp22 Miliar
NET
Ilustrasi desain Bandara NYIA 

Laporan wartawan Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha 

TRIBUNJOGJA.COM  - Puluhan mantan warga penolak pembangunan bandara di Glagah menerima pencairan dana kompensasi ganti rugi pembebasan lahan untuk pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), Rabu (7/2/2018) di balai desa setempat.

Di sisi lain, puluhan bidang tanah milik warga yang masih bertahan melakukan penolakan kini sudah ditetapkan konsinyasi ganti ruginya.

Pencairan dana ganti rugi kemarin diberikan kepada pemilik 31 bidang lahan milik warga eks Wahana Tri Tunggal (WTT) dari Pedukuhan Kepek, Bapangan, dan Sidorejo.

Nilai ganti rugi per bidangnya cukup beragam mulai dari Rp200 juta hingga Rp2 miliar dengan nilai akumulasi pencairan mencapai sekitar Rp22 miliar.

Baca: Polres Sleman Catat 197 Kecelakaan Pengendara di Bawah Umur, Orangtua Jangan Manjakan Anak

Di dalamnya juga mencakup ganti rugi 8 bidang yang sebelumnya masih berupa blok dan kini telah dipecah serta fasilitas umum berupa makam Gunung Dumplong, Makam Sorogenen dan ruas jalan desa sejauh 400 meter.

"Semua tanah yang dicairkan ganti ruginya ini milik eks WTT yang dulu sudah dilakukan pengukuran ulang. Ini hanya berupa aset tanah saja yang dibayarkan sedangkan untuk rumah, tanaman, dan sarana pendukung lain (SPL) sedang dimintakan diskresi penilaian ulang ke kementerian. Mudah-mudahan bisa dicairkan," kata Kepala Desa Glagah, Agus Parmono.

Warga eks penolak bandara dari kelompok WTT menerima pencairan dana ganti rugi pembebasan lahan, Rabu (7/2/2018) di Balai Desa Glagah.
Warga eks penolak bandara dari kelompok WTT menerima pencairan dana ganti rugi pembebasan lahan, Rabu (7/2/2018) di Balai Desa Glagah. (tribunjogja/singgih wahyu nugraha)

Dia menyebut, saat ini masih ada sikap penolakan dari warga terdampak pecahan WTT yang lalu bergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulonprogo (PWPP-KP).

Terdata ada 32 rumah milik warga penolak bandara tersebut di dalam cakupan lahan Izin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan bandara dan hingga kini masih dihuni.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help