Hari Pertama, Help Desk Proyek Bandara NYIA Diberondong Laporan Warga

Tak sekadar menyampaikan informasi usulan dan masukan, pihaknya juga akan mengawalnya hingga terdapat tindak lanjut

Hari Pertama, Help Desk Proyek Bandara NYIA Diberondong Laporan Warga
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Patra Pansel saat menyambangi Help Desk Proyek NYIA untuk menyampaikan aspirasinya, Selasa (6/2/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Help Desk Proyek Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), Selasa (6/2/2018) langsung diberondong sejumlah laporan setelah diresmikan sehari sebelumnya. 

Tercatat ada empat laporan yang masuk pada Selasa.

Antara lain dari warga yang menginformasikan sisa lahannya berluasan lebih besar setelah terpotong sebagian untuk proyek bandara, tim SAR Glagah yang mengonfirmasikan nasib posnya setelah terdampak proyek, hingga aspirasi dukungan dari paguyuban penghayat kepercataan Tulis Tanpo Papan dan Patra Pansel (Paguyuban Warga Terdampak Bandara Pantai Selatan). 

Supervisor Tim Help Desk Proyek NYIA dari PT Angkasa Pura I, Ariyadi Subagyo mengatakan, semua masukan itu disusunnya secara sistematis untuk disampaikan kepada pemegang kebijakan dari PT AP I, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

Tak sekadar menyampaikan informasi usulan dan masukan, pihaknya juga akan mengawalnya hingga terdapat tindak lanjut atau eksekusi permasalahannya secara riil.

Baca: Februari Ini, Angkasa Pura I Fokus Selesaikan Konsinyasi Lahan Bandara NYIA

"Dalam pengolahan informasi ini tentunya kami menerapkan skala prioritas. Terutama kaitannya mengantisipasi timbulnya permasalahan sosial," kata Ariyadi.

Tim pusat layanan informasi itu menitikberatkan kinerjanya atas kualitas informasi dan tindaklanjut aduan.

Jumlah laporan tidak begitu diprioritaskan namun identifikasi dan pengolahannya menjadi fokus utama.

Ariyadi menegaskan, tim akan berupaya agar solusi yang berhasil diformulasikan tidak akan membuat warga terpinggirkan.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help