Pro Kontra Iringi Rencana Pemasangan Chattra Stupa Induk Borobudur

Chattra tidak disarankan untuk dipasang kembali di atas stupa karena tidak dilandasi kebenaran meyakinkan dan berpotensi melanggar prinsip pemugaran.

Pro Kontra Iringi Rencana Pemasangan Chattra Stupa Induk Borobudur
istimewa
Pemasangan kembali chattra di stupa induk Candi Borobudur menuai pro kontra. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pro kontra mewarnai Focus Group Discussion (FGD) tentang rencana pemasangan kembali chattra di stupa induk Candi Borobudur.

FGD diselenggarakan Balai Konservasi Borobudur Kemendikbud dan Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko di Hotel Alana, Jalan Palagan, Sleman, Jumat-Sabtu (2-3/2/2018).

Chattra adalah ornamen di bagian tertinggi candi Budha di Kabupaten Magelang.

Ornamen ini memiliki simbol penting dalam keagamaan Budha.

Sejak Borobudur dipugar Theodore van Erp pada 1907-1911, ornamen penting di puncak stupa induk ini telah direkonstruksi, namun bongkar pasang.

FKG menghasilkan sejumlah rekomendasi, yang intinya rencana pemasangan chattra itu harus dikaji ulang dengan penelitian mendalam oleh tim khusus terdiri para pakar yang akan dibentuk.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud, Dr Harry Widianto menyatakan, pemerintah tak campur tangan dalam keputusan memasang atau tidak chattra di stupa induk.

Menurutnya, keputusan tersebut harus keluar melalui diskusi arkeologis tentang bisa atau tidaknya chattra tersebut dipasang.

Bisa atau tidaknya, harus memiliki alasan akademis yang jelas.

Kepala Balai Konservasi Borobudur, Drs Tri Hartono MHum menegaskan, rencana pemasangan ini harus sesuai aturan yang berlaku, yaitu Undang-Undang No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Halaman
123
Penulis: xna
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help