Terkait Bandara NYIA, ORI DIY Menilai AP I Mulai Jalankan Rekomendasi

Rekomendasi yang telah dijalankan adalah terkait penundaan, atau penghentian sementara upaya pengosongan lahan milik warga penolak proyek NYIA.

Terkait Bandara NYIA, ORI DIY Menilai AP I Mulai Jalankan Rekomendasi
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida Pertana
Kepala ORI perwakilan DIY, Budhi Masthuri 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah mengeluarkan rekomendasi terkait pembangunan Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) kepada sejumlah pihak beberapa waktu lalu, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY, mulai melihat progres.

Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masthuri, mengatakan bahwa rekomendasi yang dikeluarkan, mulai dijalankan oleh sejumlah pihak, satu di antaranya yakni PT Angaksa Pura (AP) I.

Imbuhnya, General Manajer AP I, Agus Pandu Purnama, sudah menyampaikan langsung kepadanya.

"Dari AP I sudah menyampaikan proses pelaksanaannya pada Ombudsman, Rabu (31/1/2018) lalu. Kami mengapresiasi, ada itikad baik dari AP I untuk menjalankan saran kami," katanya, Kamis (2/1/2018).

Budhi menuturkan, rekomendasi yang telah dijalankan adalah terkait penundaan, atau penghentian sementara upaya pengosongan lahan milik warga penolak proyek NYIA.

Selain itu, tambahnya, AP I juga bersedia membuka dialog, untuk mencapai kesepakatan.

"Kami berharap, upaya dialog yang dilakukan langsung oleh pihak pimpinan, akan menghasilkan solusi dan kesepakatan antara semua pihak. Jadi, proses persuasi sekarang, dilakukan oleh GM langsung," tuturnya.

Akan tetapi, Budhi menyarankan, supaya dialog juga menyentuh aspek religio magis, sosio budaya dan prospek ekonomi.

Dalam artian, dialog tidak hanya membahas persoalan ganti rugi semata. Pihaknya pun akan melakukan monitoring dialog tersebut.

"Warga juga memiliki kewenangan untuk berdialog, meski dalam posisi menolak," jelasnya.

Berbanding terbalik dengan respon yang telah dilakukan AP I, Budhi menilai, sampai sejauh ini, pihak-pihak lain yang juga menerima rekomendasi dari ORI Perwakilan DIY, seperti PLN Kulonprogo, atau Polda DIY, belum tampak progres, atau tanda-tanda hendak menjalankannya.

"Kita akan terus pantau progresnya. Waktunya kan 30 hari kerja. Kita akan pantau terus," tandasnya.

Terpisah, General Manajer AP I, Agus Pandu Purnama, memastikan bahwa pihaknya telah menghentikan pengosongan lahan milik warga penolak bandara baru, sembari mengupayakan dialog, untuk mencapai kesepakatan.

"Tapi, AP I tetap berpegang Peraturan Presiden 98 tahun 2017. Saat ini, untuk kawasan air side, sudah clear. Kemudian, untuk land sidenya ini kami masih menunggu," pungkas Pandu. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved