Beberapa Mitos Seputar Gerhana Bulan, Mulai yang Bersifat Teoritis Hingga Mistis

Beragam mitos dan teori dimunculkan untuk menjawab misteri-misteri itu, termasuk teori-teori yang tidak lazim

Beberapa Mitos Seputar Gerhana Bulan, Mulai yang Bersifat Teoritis Hingga Mistis
timeanddate
Gerhana Bulan 

TRIBUNJOGJA.COM - Jika cuaca mendukung, besok kita akan sama-sama melihat fenomena astronomi langka: gerhana bulan super blue blood moon pertama sejak 150 tahun.

Ngomong-ngomong soal bulan, sejak terbentuk sekitar 400 miliar tahun yang lalu, satelit yang mengelilingi bumi ini selalu mencuri perhatian kita, manusia.

Kita ingin mengunjunginya, kita menelitinya, dan dalam beberapa kesempatan, kita kerap memujinya dalam larik-larik puisi atau prosa.

Dalam banyak hal, bulan selalu dikaitkan dengan hal-hal yang indah.

Lepas dari itu, bulan ternyata menyimpan banyak misteri. Beragam mitos dan teori dimunculkan untuk menjawab misteri-misteri itu, termasuk teori-teori yang tidak lazim.

Bulan purnama membuatmu gila

Sejak zaman kuno, bulan purnama kerap dikaitkan dengan perilaku aneh dan gila, termasuk berjalan saat tidur, bunuh diri, aktivitas ilegal, dan berubah jadi manusia serigala.

Bagaimanapun juga, kata “lunacy” (kegilaan) dan “lunatic”(gila) berasal dari dewa bulan Romawi, Luna, yang konon kerap mengendarai keretanya melintasi langit di malam gelap gulita.

Selama ribuan tahun, dokter dan pakar kesehatan mental percaya bahwa ada keterkaitan antara maniak dan bulan.

Hippocrates, yang dianggap sebagai bapak kedokteran modern, menulis pada abad ke-5 SM, bahwa orang akan mengalami teror dan kegilaan di malam saat ia dikunjungi Dewi Bulan.

Halaman
1234
Editor: ton
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved