Home »

DIY

» Sleman

SD Muhammadiyah 1 Ngaglik Sleman Butuhkan Ruang Kelas Baru

Tercatat terdapat 83 siswa yang bersekolah di SD Muhammadiyah 1 Ngaglik sampai tahun kedua ini.

SD Muhammadiyah 1 Ngaglik Sleman Butuhkan Ruang Kelas Baru
tribunjogja/tantowi alwi
Ruang Kelas SD Muhammadiyah 1 Ngaglik Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - SD Muhammadiyah 1 Ngaglik Sleman yang memasuki tahun kedua dalam proses penyelenggaraannya saat ini masih membutuhkan tambahan ruang kelas untuk kegiatan belajar-mengajar.

Hal itu disampaikan oleh Wildan, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngaglik saat diwawancarai di acara pengajian akbar, Minggu (28/1/2018).

Menurut Wildan, pembangunan fisik masih perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kegiatan belajar dan mengajar.

"Masih perlu menyediakan dua lokal (ruang kelas) sekolah di tahun ajaran baru. Setiap tahun direncanakan akan ada tambahan kelas baru," kata Wildan.

Tercatat terdapat 83 siswa yang bersekolah di SD Muhammadiyah 1 Ngaglik sampai tahun kedua ini.

"Tahun pertama 37 siswa, tahun kedua 46 siswa, jadi sudah mencapai 83 siswa," tuturnya.

Saat ini pihak sekolah hanya mampu menampung untuk dua angkatan sehingga pada tahun ajaran baru sangat diperlukan tambahan kelas.

Kemudian, dikatakan Wildan, acara pengajian akbar yang diselenggarakan hari ini juga untuk penggalangan donasi pembangunan ruang kelas.

Pihaknya juga menyakini bahwa acara pengajian akbar adalah bagian dakwah Muhammadiyah sehingga akan ada banyak pihak yang membantu terkait pengembangan SD Muhammadiyah 1 Ngaglik.

"Pasti akan dibantu oleh banyak pihak, kuncinya selalu bertakwa kepada Allah SWT dan berharap pembangunan bisa selesai," tuturnya.

Terkait untuk tenaga pengajar, menurut Wildan saat kondisinya sudah terpenuhi.

Karena setiap tahun ajaran baru, pihaknya juga melakukan rekrutmen tenaga pengajar.

"Kami yang menyeleksi dari segi ideologi Muhammadiyah. Kemudian kami juga bekerjasama dengan SD Muhammadiyah Condongcatur untuk memberikan pelatihan kepada calon pengajar," ujarnya. (*)

Penulis: Tantowi Alwi
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help