TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Tidak Dilengkapi Dokumen dan SIM, 47 Truk Pasir Kena Tilang

Penindakan kendaraan muatan barang tersebut untuk menegakkan Undang Undang no 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas.

Tidak Dilengkapi Dokumen dan SIM, 47 Truk Pasir Kena Tilang
IST
Satlantas Polres Sleman bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman, Kodim Sleman, Polisi Militer dan Polsek Cangkringan menggelar operasi gabungan penindakan kendaraan muatan barang, Selasa (23/1/2018) lalu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Satlantas Polres Sleman bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman, Kodim Sleman, Polisi Militer dan Polsek Cangkringan menggelar operasi gabungan penindakan kendaraan muatan barang, Selasa (23/1/2018) lalu.

Berlokasi di Geblok Wukirsari, Cangkringan, petugas berhasil menilang 47 truk dari total 83 truk yang diperiksa. Kebanyakan truk-truk tersebut bermuatan pasir.

Kasat Lantas Polres Sleman, AKP Faisal Pratama menjelaskan pelaksanaan penindakan kendaraan muatan barang tersebut untuk menegakkan Undang Undang no 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas.

"Kegiatan dilaksanakan di Geblok Wukirsari, Cangkringan dengan sasaran tata cara muatan, keabsahan surat-surat baik SIM, STNK, KIR, dimensi maupun tonase muatan, serta pemeriksaan laik jalan kendaraan," jelasnya.

Baca: Hindari Harga Sewa Rumah Tinggi, Pria Ini Tinggal di Istana Pasir Selama 22 Tahun

Dari 47 truk yang ditilang rata-rata melakukan pelanggaran berupa tonase, surat-surat, SIM baik yang tidak memiliki atau tidak sesuai aturan, dan KIR

"Untuk hasil 47 tilang. Barang bukti STNK 22, SIM 10, KIR 12, ranmor 3," timpalnya.

"Untuk muatan juga dites dengan timbangan portable dari Dishub untuk mengetahui melebihi tonase atai tidak," cetusnya.

Sementara untuk tiga kendaraan yang diketahui bodong, Satlantas Polres Sleman akan melakukan pendalaman lebih lanjut

"Tiga ranmor pelanggaran lebih ke KIR ataupun STNK. Ada dugaan (curanmor) masih kita pelajari. Seperti tidak bisa menunjukan STNK dan KIR patut diduga. Akan terus dilakukan pendalaman," tegasnya.

Faisal juga menjelaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penindakan kendaraan muatan barang secara rutin di wilayah Sleman. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: app
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help