Anak 15 Tahun Ini Jadi Buruan CIA dan FBI, Gara-gara Retas Dokumen Penting Keamanan Amerika Serikat

Kane berhasil mendapatkan akses password, informasi pribadi, detail keamanan, daftar kontak, dan dokumen sensitif.

Anak 15 Tahun Ini Jadi Buruan CIA dan FBI, Gara-gara Retas Dokumen Penting Keamanan Amerika Serikat
www.dailymail.co.uk
Kane Gamble, pelajar 15 tahun yang membajak informasi penting Amerika Serikat. 

TRIBUNJOGJA.COM - Kane Gamble, pelajar berusia 15 tahun adalah orang yang menjadi 'target' CIA dan FBI, karena berhasil meretas situs-situs pemerintah dan mendapatkan berbagai informasi rahasia Amerika Serikat.

Kane 'menyerang' kepala CIA, John Brennan dan mengendalikan iPad istrinya.

Seperti dilansir Tribunjogja.com dari laman Daily Mail, Kane berhasil mendapatkan akses password, informasi pribadi, detail keamanan, daftar kontak, dan dokumen sensitif tentang operasi di Afghanistan dan Iraq.

Kane Gamble masih berusia 15 tahun, saat dia ditangkap polisi 2016 lalu
Kane Gamble masih berusia 15 tahun, saat dia ditangkap polisi 2016 lalu (www.dailymail.co.uk)

Dia mendirikan kelompok pendukung Palestina bernama 'Crackas with Attitude.'

Dari Juni 2015 - Februari 2016, dia melakukan panggilan misterius ke kediaman John Brennan dan mengendalikan iPad istrinya.

Selain John Brennan, Kane juga 'mengincar' pejabat strategis lainnya, yaitu mantan Direktur FBI, Mark Giuliano, Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Jeh Johnson, dan Direktu Intelejen Nasional pemerintahan Barrack Obama, James Clapper.

Kane melakukan pembajakan untuk mendapatkan dokumen-dokumen penting Amerika Serikat dari kamar tidurnya di rumah.
Kane melakukan pembajakan untuk mendapatkan dokumen-dokumen penting Amerika Serikat dari kamar tidurnya di rumah. (www.dailymail.co.uk)

Dengan meretas akses James Clapper, Kane mendapatkan nama 1000 sfat FBI.

Informasi yang dia dapatkan kemudian digunakan untuk melakukan 'serangan' kepada penasihat sains dan teknologi, mantan presiden Barrack Obama, John Holdren.

Remaja ini ditangkap pada Februari 2016 atas permintaan FBI, setelah dia meretas Departemen Kehakiman.

Dia ditangkap di dekat rumahnya di Coalville, dekat Leicester, Inggris.

Pada Oktober 2017 lalu, Kane mengakui delapan tuduhan yang dialamatkan padanya.

Kane sempat menggunakan akun Twitter tanpa nama, untuk menghubungi wartawan.

"Semua ini berawal dari semakin jengkelnya aku melihat betapa korupnya dan berdarah dinginnya Amerika Serikat. Jadi, aku memutuskan sesuatu tentang hal itu," tulisnya menurut Jaksa John Lloyd-Jones QC, yang menangani kasus Kane.

(Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana)

Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved