Viral Medsos

Emoh Tinggal di Panti Jompo, 3 Lansia Miskin Lebih Bahagia Hidup Bersama di Rumah Anyaman Bambu

Kisah tiga lansia yang sudah renta tinggal serumah dan tidur dengan alas seadanya ini menjadi viral di media sosial.

Emoh Tinggal di Panti Jompo, 3 Lansia Miskin Lebih Bahagia Hidup Bersama di Rumah Anyaman Bambu
https://web.facebook.com/Bundane.Dhon
Tiga lansia yang sudah renta tinggal serumah 

TRIBUNJOGJA.COM - Kisah tiga lansia yang sudah renta tinggal serumah dan tidur dengan alas seadanya ini menjadi viral di media sosial.

Warganet merasa terenyuh akan kisah ini.

Video seputar kisah mereka diunggah oleh akun Facebook Bundane Dhoni, di mana relawan dari Komunitas Donatur Anak Rantau (KDAR) sedang memberikan bantuan kepada mereka.

Mbah Brontok (kiri) dan suaminya Mbah Sukir (kanan)
Mbah Brontok (kiri) dan suaminya Mbah Sukir (kanan) (https://web.facebook.com/Bundane.Dhon)

Rumah yang ditempati ketiga lansia ini sangat sederhana, dindingnya dari anyaman bambu dan lantainya tanah.

Tak ada perabotan rumah yang tampak layak digunakan.

Mereka juga hanya tidur menggunakan alas tikat seadanya.

Mbah Sarno
Mbah Sarno (https://web.facebook.com/Bundane.Dhon)

Ketiga lansia yng tinggal di rumah itu adalah Mbah Sukir (suami) yang berusia sekitar 100 tahun, Mbah Brontok (istri) berumur sekitar 110 tahun, dan Mbah Sarno (adik) usianya lebih kurang 95 tahun.

Untuk kebutuhan makan sehari-hari, tetangga merekalah yang memberikannya.

"Mereka sudah renta, tidak bekerja dan tidak memiliki penghasilan," kata Teguh Wiyono, seorang relawan KDAR saat dihubungi Tribunjogja.com, Kamis (18/1/2018).

Rumah tiga lansia
Rumah tiga lansia (https://web.facebook.com/Bundane.Dhon)

Teguh juga mengatakan, rumah yang ditempati ketiganya ada di tanah milik mereka sendiri.

Rumah tiga lansia ini berada di Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Jawa Timur.

Saat ditanya apakah tidak ada tindakan dari perangkat desa, Teguh menjawab, "Menurut keterangan dari lurah setempat, mereka sudah beberapa kali di rujukke panti jompo. Tapi, mereka tidak mau karena merasa nyaman tinggal di rumahnya sendiri."

Teguh juga mengatakan setiap bulannya mereka mendapatkan jatah beras miskin (raskin).

(Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana)

Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved