TribunJogja/

Buaya Berkalung Ban Motor Bekas dari Palu Jadi Perbincangan Internasional

Seekor buaya berukuran 4 meter di sungai kota Palu, Sulawesi Tengah jadi perhatian karenaban motor bekas melingkar di lehernya.

Buaya Berkalung Ban Motor Bekas dari Palu Jadi Perbincangan Internasional
www.dailymail.co.uk
Seekor buaya berkalung ban motor bekas di Palu, Sulawesi Tengah menjadi sorotan media asing. 

TRIBUNJOGJA.COM - Seekor buaya berukuran sekitar 4 meter muncul di sungai kota Palu, Sulawesi Tengah.

Yang menjadi perhatian adalah adanya ban motor bekas yang melingkar di lehernya.

Pemandangan ini tentu tak lazim dan menjadi perhatian tak hanya media lokal, tapi juga internasional.

Tribunjogja.com melansir dari laman Daily Mail, buaya ini rupanya sudah berkalung ban sejak tahun 2016 lalu.

Buaya berkalung ban motor bekas muncul di sungai kota Palu, Sulawesi Tengah sejak 2016.
Buaya berkalung ban motor bekas muncul di sungai kota Palu, Sulawesi Tengah sejak 2016. (www.bbc.com)

Pemerintah dan pihak terkait sudah mencoba menangkap untuk menyelamatkannya, tapi sampai berita ini dilaporkan oleh media Inggris tersebut, Kamis (11/1/2018) belum ada hasilnya.

Pihak konservasi menduga, seseorang mencoba menangkap buaya ini dengan menggunakan perangkap ban, namun gagal dan malah melingkar di leher binatang yang dilindungi ini.

Buaya berkalung ban motor bekas muncul di sungai kota Palu, Sulawesi Tengah sejak 2016.
Buaya berkalung ban motor bekas muncul di sungai kota Palu, Sulawesi Tengah sejak 2016. (www.bbc.com)

Dalam sebuah video yang beredar, tampak buaya ini terengah-engah untuk bernapas, dan keadaan itu membuat pecinta binatang khawatir akan membunuh si reptil pelan-pelan.

Kepala konservasi setempat, Haruna mengatakan, "Tahun lalu, kami melihat masih cukup banyak ruang di leher buaya untuk bergerak."

Dia juga menyampaikan, pihaknya tidak akan menunggu sampai ban itu mencekik buaya malang ini.

Buaya berkalung ban motor bekas muncul di sungai kota Palu, Sulawesi Tengah sejak 2016.
Buaya berkalung ban motor bekas muncul di sungai kota Palu, Sulawesi Tengah sejak 2016. (www.bbc.com)

Haruna dan timnya telah menyiapkan peragkap besi yang akan diletakkan di dalam sungai saat surut.

"Kami pasti akan menyelamatkan buaya itu, tapi di saat yang sama, saya juga perlu mempertimbangkan keselamatan anak buah saya," ungkapnya.

(Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana)

Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help