ORI Temukan Maladministrasi Kegiatan Pengosongan Lahan Bandara

ORI menilai ada maladministrasi dalam dan tindakan tak patut dilakukan pihak pemrakarsa pembangunan bandara dalam kegiatan tersebut.

ORI Temukan Maladministrasi Kegiatan Pengosongan Lahan Bandara
Tribun Jogja/ Tantowi Alwi
Budhi Masthuri, Kepala Ombudsman RI Perwakilan DIY usai menerima aduan PWPP-KP, Selasa (28/11/2017). 

Baca: Ombudsman RI Perwakilan DIY Paparkan Catatan Tahunan Selama 2017

ORI DIY juga menilai penggalian lubang di pekarangan warga sebagai tindakan tidak patut.

Tindak tidak patut ini menurut ORI DIY juga dilakukan oleh Kapolsek Temon terkait ucapan di lapangan.

Tindakan itu dinilai memberikan kesan kepolisian melakukan pengosongan itu sendiri padahal tugasnya mengamankan proses tersebut.

Namun, tidak ditemukan ada unsur kekerasan dari kepolisian dalam kegiatan tersebut.

Budhi mengatakan, ORI memberi waktu 30 hari bagi pihak terkait untuk menindaklanjuti hasil akhir pemeriksaan laporan tersebut.

Jika tidak ada tindaklanjut, hasil akhir pemeriksaan laporan akan diteruskan ke ORI pusat untuk diterbitkan rekomendasi.

Sementara ini, ORI merekomendasikan kegiatan pengosongan lahan dihentikan dulu dan AP I harus menempuh kembali pendekaan dialogis.

"Proses dialogis harus dilakukan dengan melibatkan multi stakeholder dan memperhatikan aspek religio magis, sosial budaya, ekonomi, dan jaminan kesejahteraan warga di masa akan datang," kata Budhi.

Sementara itu, pihak PT AP I menyatakan belum mengambil langkah tertentu atas hasil pemeriksaan ORI tersebut. Project Secretary Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) PT AP I, Didik Tjatur mengatakan hal itu akan dirapatkan secara internal dalam timnya terlebih dulu.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved