Puluhan Orang Gelar Aksi Damai Terkait Kasus Kekerasan di Temon Kulon Progo

Pihaknya ingin menuntut agar pemerintah menghentikan perampasan hak masyarakat Kulon Progo dalam mempertahankan lahannya.

Puluhan Orang Gelar Aksi Damai Terkait Kasus Kekerasan di Temon Kulon Progo
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida Pertana
Suasana aksi damai yang digelar oleh Aliansi Perjuangan Rakyat Tolak Bandara. Nampak puluhan peserta aksi tengah memadati gerbang depan kantor DPRD DIY. Selasa (16/1/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puluhan orang yang mengatasnamakan Aliansi Perjuangan Rakyat Tolak Bandara mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY.

Tak hanya membawa bendera dengan aneka warna, nampak beberapa peserta aksi membentangkan spanduk bertuliskan 'Stop Penggusuran Paksa Terhadap Tanah Petani di Kulon Progo' dalam aksi yang berlangsung hari ini, Selasa (16/1/2018) siang.

Puluhan petugas Kepolisian baik dari Poleresta Yogyakarta dan Polsek Danurejan juga nampak berjaga di sekitar kantor DPRD DIY.

Tepat di depan gerbang masuk kantor tersebut, peserta aksi melakukan orasi dan dilanjutkan dengan meminta akses guna bertemu anggota DPRD DIY.

Fikri M Faroek (21), Koordinator aksi tersebut mengatakan bahwa aksi yang digelar pihaknya kali ini berkaitan dengan penggusuran paksa yang terjadi pada tanggal 8-9 Januari 2018 lalu di lahan yang akan dibangun Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Selain itu, dalam aksi kali ini pihaknya ingin menuntut agar pemerintah menghentikan perampasan hak masyarakat Kulon Progo dalam mempertahankan lahannya.

Baca: Ketua Dewan Kehormatan DPRD DIY Temui Massa Aksi Penolak Penggusuran Bandara Kulonprogo

"Selain menuntut masalah kekerasan yang dilakukan aparat agar segera diusut tuntas. Aksi ini juga dilakukan untuk menuntut dihentikannya penggusuran warga yang mendiami lahan yang mau dibangun Bandara NYIA dan menghentikan pembangunan Bandara itu," katanya, Selasa (16/1/2018).

Menurutnya, tindakan represif yang dilakukan oleh pihak keamanan pada kegiatan land clearing kemarin tak seharusnya dilakukan.

Diungkapkannya pula bahwa pembangunan Bandara yang dilakukan dan kekerasan yang dialami relawan beserta warga setempat adalah wujud ketidakberpihakannya pemerintah kepada rakyat kecil.

"Jika dilihat secara keseluruhan, pembangunan Bandara yang dilakukan oleh rezim Jokowi-Jusuf Kalla tidak pernah memikirkan kepentingan rakyat. Kenapa bisa begitu? Karena semua itu berhubungan dengan arus modal dan untuk mempertahankannya sampai melakukan tindakan represif seperti kemarin," jelasnya.

Baca: Massa Aksi Penolakan Penggusuran Tanah Bandara di Kulonprogo Geruduk Gedung DPRD DIY

Berdasarkan hal itulah pihaknya mengecam keras tindakan kekerasan oknum aparat terhadap warga yang masih mempertahankan lahannya dari pembangunan Bandara NYIA.

Selain itu pihaknya juga menuntut agar pemerintah segera menghentikan penggusuran paksa di Temon, Kulon Progo, menghentikan kekerasan terhadap rakyat dan menghentikan pembangunan Bandara NYIA yang dirasa tak berpihak kepada warga yang berprofesi sebagai petani.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rid
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved